Pj. Walikota Cimahi Dicky Saromi saat memberikan sambutan sebelum melaksanakan sholat tarawih berjamaah
CIMAHI, Media3.id – Tarawih Keliling (Tarling) merupakan moment yang sangat bagus untuk kami dari Pemerintah Kota mengunjungi masyarakat untuk semakin dekat dengan masyarakat terutama di bulan suci Ramadhan.
Hal itu diungkapkan Pj. Walikota Cimahi Dicky Saromi usai melaksanakan Tarling di Masjid At-Ta’aruf, Jalan Melong Asih Gg. Tanjung VI Blok Cibiuk RT 06 RW 14 Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan (depan SDN Melong Mandiri I), Kamis (28/3/2024).
Pj. Walikota Cimahi Dicky Saromi hadir beserta rombongan yang didampingi Kepala DPKP Kota Cimahi Endang, Plt. Camat Cimahi Selatan Cepi Rustiawan, Lurah Melong Dian Rohimat, Kabag Kesra Pemerintahan Kota Cimahi Sugeng Budiono, serta sejumlah unsur Forkopimcam Cimahi Selatan.
Dalam sambutannya, Dicky mengatakan bahwa pada hari ini tepat di hari ke-17 Ramadhan, moment dimana kita untuk semakin meningkatkan amal ibadah di bulan suci Ramadhan.
“Melalui pertemuan ini, mudah-mudahan dapat mempererat ukhuwah silaturahmi kita, khususnya masyarakat Melong di RT 6 RW 14 ini,” tutur Dicky.
Ia harapkan Masjid At-Ta’aruf ini dapat terus makmur yang secara bersama-sama dalam menjaga ukhuwah islamiah, terutama dapat berkontribusi dalam membangun dan mendidik anak-anak untuk menjadikan generasi emas di Tahun 2045 nanti.
“Karena 20 tahun mendatang itu tidak lama lagi, kita ingin menjadi Cimahi yang Campernik, Cimahi yang maju unggul dan berkelanjutan, kota kecil yang akan tetap punya jati diri, punya kemandirian di tengah-tengah kota yang besar,” ungkap Dicky.
Dalam kesempatan tersebut, sebelum melaksanakan kegiatan sholat tarawih Dicky menyerahkan bantuan dari BAZNAS Kota Cimahi kepada DKM Masjid At-Ta’aruf, yang disusul bantuan dari Kementerian Agama Kota Cimahi juga bantuan dari Bank BJB Kota Cimahi.
Usai melaksanakan sholat tarawih berjamaah, Dicky mengatakan bahwa sholat tarawih di Masjid At-Ta’aruf ini sangat rame dan khusyuk.
“Sehingga kita bisa menikmati ibadah itu dengan baik, dan saya rasa moment Tarling ini moment yang sangat bagus untuk kami dari Pemerintah Kota mengunjungi masyarakat untuk semakin dekat dengan masyarakat terutama di bulan suci Ramadhan,” ucapnya.
Selain itu, dengan mewabahnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Cimahi, ia menjelaskan bahwa siklus 5 tahunan dari DBD itu berulang.
“Sebagaimana tadi sudah disampaikan bahwa kita pernah mengalami ini di Tahun 2018-2019 dan sekarang berulang. Dimana di Tahun 2024 ini tercatat kurang lebih 320 kasus DBD dalam 3 bulan ini pasien yang datang ke Rumah Sakit, dan itu sama dengan nilai pasien yang datang selama 1 tahun di Tahun 2023. Oleh karenanya, dalam 3 bulan sudah 320 kasus, berarti ini harus menjadi perhatian dan konsen untuk kita semua,” terang Dicky.
Dicky pun sudah mengeluarkan kebijakan untuk penanganan kasus DBD ini.
“Kita mulai dari RT, RW, Kelurahan, dan seterusnya terutama untuk menyisir sarang-sarang nyamuk yang ada di setiap rumah maupun di tempat-tempat yang ada di setiap RT, RW dan Kelurahan secara bersama-sama,” tegasnya.

Karena dijelaskan pula olehnya, bahwa sarang-sarang nyamuk tersebut terbentuk dari genangan-genangan air yang jernih.
“Tadi kita juga sudah melakukan gerakan serentak dengan melibatkan seluruh kader Posyandu, TP PKK dan lainnya, semoga dengan upaya-upaya itu bisa memberantas sarang-sarang nyamuk dan dapat mengurangi tidak terpaparnya masyarakat oleh nyamuk yang menyebabkan demam berdarah,” papar Dicky.
Kemudian saat disinggung mengenai permasalahan banjir yang sering terjadi di Kota Cimahi ini terutama di daerah Melong, ia sampaikan bahwa pihak Pemerintah Kota Cimahi sudah mengirimkan surat kepada Kementerian PUPR c.q. Dirjen Sumber Daya Air bahkan sudah berkoordinasi dengan pihak Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Kita meminta agar program Citarum Harum terutama anak-anak sungai yang ke arah Melong hilir diantaranya Sungai Cilember ini supaya diteruskan dalam penanganan-penangannya,” jelas Dicky.
Sedangkan dari Pemerintah Kota Cimahi itu sendiri, menurut Dicky, pihaknya sudah berupaya dalam pembebasan lahan di segmen tertentu dari sungai tersebut, kemudian juga sudah melakukan perbaikan tata air dari sistem drainasenya.
“Dan kita harapkan yang di hilir yaitu Embung Pasirkaliki untuk dapat ditingkatkan kapasitasnya sehingga dapat menampung air, kemudian ke arah tengahnya kita lakukan revitalisasi dan normalisasi sungainya dengan beberapa pembebasan lahannya, dan saya harapkan Pemerintah Pusat dapat segera menuntaskannya,” tandasnya.
(Sinta)






