Pandeglang benten, media3.id – Masyarakat kampung baitul mu’min Desa Cimoyan Kecamatan Patia kabupaten Pandeglang Banten, mengkritik realisasi pekerjaan pengerasan jalan sepanjang 500 meter di kampung mereka Pasalnya, proyek yang didanai anggaran dana desa tahun 2024 sebesar Rp 187.700.000 juta tersebut diduga dikerjakan di atas pekerjaan proyek sebelumnya sehingga dinilai tumpang tindih.
Proyek perkerasan jalan tersebut sudah dikerjakan dari dana APBD Pandeglang namun warga heran kenapa dikerjakan di atas pekerjaan yang pernah dikerjakan oleh dinas pertanian melalui program (JUT) jalan usaha tani ucap Iman kepada awak media,beberapa waktu lalu.
Lanjut, pada tahun 2021 proyek pengerasan jalan tersebut telah dibangun dengan menggunakan dana APBD-P Pandeglang melaui dinas pertanian tahun 2021 dengan anggaran hampir sama. Sambungnya.
Timbulnya aksi protes dari masyarakat karena di lokasi pekerjaan perkerasan jalan tersebut telah dikerjakan proyek serupa warga berharap agar intansi terkait dapat memeriksa turun ke lapangan untuk dilakukan pengecekan ulang terkait adanya dugaan tumpang tindih anggaran dalam pengerjaannya.
(sanan)






