Kabupaten Tangerang (Banten), media3.id- curah hujan dengan intensitas cukup tinggi yang terjadi pada Jumat malam (16/02/2024) lalu, tergenang air di beberapa wilayah didesa kampung Pangkalan kecamatan Teluknaga.
Salah satu wilayah yang masih tergenang air akibat curah hujan pada Sabtu Minggu lalu, kampung kebon kopi Gupo RT 05 RW.010 Desa Pangkalan, kecamatan Teluknaga, kabupaten Tangerang. Dari pantauan dilapangan genangan air masih setinggi 15 centimeter (cm). Sekitar lebih dari 10 rumah sebanyak 22 kak yang masih tergenang air, sehingga aktifitas warga yang memiliki warung sempat terhenti tutup, karena rumahnya dijalan depan rumahnya masih tergenang air .
Menurut salah satu warga usup mengatakan , ” kejadian banjir ketika hujan turun dengan intensitas tinggi pada hari Jumat malam Minggu lalu, di kampung kebon kopi gupo, desa pangkalan. Hingga saat ini hari kamis genangan air belum kunjung surut di RT. 05 RW.010, ketinggian air masih 15 cm orang dewasa hingga saat ini,” ungkapnya (inisial-red) sa (22/01/2024.
Lanjutnya, genangan air sudah mulai kering Karena memang tidak ada saluran air dan tidak ada pembuangan air yang menuju ke saluran induk cisadane, hanya mengandalkan panasnya terik sinar matahari ,”jelasnya.
” Alhamdulillah saat ini kepala desa pangkalan, Ahmad Muhrim sudah turun kelokasi rumah warga yang masih tergenang air sejak hari Sabtu lalu, dan lurah membuat posko kesehatan, ungkapnya.
Menurut Edwin warga desa pangkalan mengatakan , ” harus segera dilakukan penyedotan, saat ini genangan air sudah berwarna hijau dan bau jig sudah banyak jentik nyamuk. Kami khawatir warga sakit terserang penyakit gatal- gatal dan DBD (demam berdarah),” ungkapnya cemas.
,” Warga berharap adanya perhatian dan kepedulian dari pemangku kebijakan melihat situasi tergenang yang saat ini, yang airnya masih tergenang, dan agar lekas surut dan kering tukasnya.
Menurut kepala Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) SUmber Daya Air (SDA) wilayah 6 , H.Sihanda mengungkapkan, sampai saat ini belum ada pemberitahuan baik berupa surat maupun komunikasi lainnya dari pihak pemdes Desa pangkalan dan camat Teluknaga,” jelasnya
” Lokasi kampung yang tergenang ini merupakan daerah pemukiman dan memang elevasi lokasi tanahnya rendah. Yang tergenang ini permukiman Karen tidak ada saluran pembuang, bukan dari sungai atau saluran air. Selayaknya ada upaya dari pihak desa dan kecamatan untuk mencari solusinya, baru setelah itu dari UPTD SDA 6 menindak lanjuti setelah ada laporan dari desa maupun kecamatan,” ungkapnya (Sabtu 24/02/2024) sat ditemui dilokasi kp. Kebon kopi Gupo.
” Hari ini kami survei kelokasi dan masih mencari solusinya agar pemukiman yng tergenang ini airnya lekas surut. Sedotan airnya mw kita buang kemana. Kalau kita buat bendungan, tentunya membutuhkan alat berat eksavator, namun menuju lokasi jalannya sangat sempit tidak memungkinkan alat berat masuk kelokasi,” ungkap H.Suhanda.
(dia)






