Camat Cimahi Tengah Asep Bachtiar
CIMAHI, Media3.id – Focus Group Discussion (FGD) dan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan secara serentak di 6 kelurahan Kecamatan Cimahi Tengah, yang meliputi Kelurahan Baros, Kelurahan Cigugur Tengah, Kelurahan Cimahi, Kelurahan Karangmekar, Kelurahan Padasuka dan Kelurahan Setiamanah, beberapa pekan yang lalu.
Maka, hasil pembahasan dari FGD dan Musrenbang ditiap-tiap kelurahan Kecamatan Cimahi Tengah tersebut, dibahas kembali dalam FGD tingkat Kecamatan Cimahi Tengah, yang dilaksanakan di aula Kantor Kecamatan Cimahi Tengah, Jalan Terusan No. 44, Cimahi Tengah, pada pekan lalu (Kamis, 25/1/2024).
Acara tersebut dihadiri oleh seluruh stakeholder yang meliputi Bina Wilayah (Binwil) Kecamatan Cimahi Tengah Asisten III bidang Administrasi Umum Maria Fitriana, Camat Cimahi Tengah Asep Bachtiar, Perwakilan Dinas-dinas Kota Cimahi, para Lurah se Kecamatan Cimahi Tengah, Ketua LPM Kecamatan Cimahi Tengah, Ketua LPM tiap-tiap kelurahan Kecamatan Cimahi Tengah, para Ketua RW, dan para tamu undangan lainnya.
Yang menjadi prioritas utama dalam FGD Kecamatan Cimahi Tengah yaitu di bidang ekonomi masalah Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gas 3 Kg.
Seperti yang diungkapkan oleh Camat Cimahi Tengah Asep Bachtiar bahwa dari FGD Kecamatan Cimahi Tengah telah menghasilkan beberapa skala prioritas dari kelima bidang yakni bidang fisik, bidang pemerintahan, bidang ekonomi, sosial dan budaya.
“Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gas 3 Kg ini menjadi skala prioritas utama di bidang ekonomi yang mendominasi diantara bidang lainnya,” ucap Asep.
Kemudian menyusul skala prioritas kedua di bidang pemerintahan yaitu masalah peningkatan dan pengadaan insentif lembaga.
“Lembaga seperti RW, RT, PKK, Karang Taruna, LPM, Posyandu, MUI, DMI, PSM, Kelurahan Siaga Sehat, Linmas, Guru ngaji, Kader OMPIMPAH dan Kader KB,” terang Asep.
Lalu, lanjut Asep, bidang sosial menempati skala prioritas ketiga yaitu masalah pengadaan sarana kesehatan brankar atau tandu.
“Brankar atau tandu ini untuk membawa pasien yang sakit yang rumahnya di dalam gang agar mudah dipindahkan ke mobil ambulance,” ulasnya.

Skala prioritas selanjutnya di bidang fisik mengenai masalah pengadaan sarana prasarana pengelolaan sampah.
“Ini selaras dengan program pemerintah yang saat ini sedang digalakkan yaitu pilah sampah, untuk itu diperlukan pengadaan sarana dan prasarananya,” jelas Asep.
Dan yang terakhir di bidang budaya, kata Asep, ada sosialisasi budaya pilah sampah dan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat).
Program-program yang paling unggul dan menjadi prioritas hasil dari FGD kecamatan tersebut, untuk selanjutnya akan dibawa ke tingkat kota.
“Hasil dari FGD tersebut akan dibacakan dan dimasukkan ke dalam berita acara pada Musrenbang yang akan dilaksanakan secara serentak di masing-masing kecamatan se Kota Cimahi pada tanggal 1 Februari 2024, yang kemudian akan dibawa ke tingkat kota,” ungkap Asep.
(Sinta)






