Ketua FOPI Kota Cimahi Drs. Dedi Kuswandi memberikan hadiah uang pembinaan kepada Juara I dan II, Thailand (Atas), Juara III Bersama, Thailand dan Jatim (Kiri Bawah), dan Juara III Bersama Salatiga dan Jambi (Kanan Bawah)
CIMAHI, Media3.id – Pengurus Cabang (Pengcab) Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kota Cimahi menggelar Open Turnament Nasional Petanque Double & Triple Kabuci Series IV Tahun 2024, di Velodrome Munaip Saleh, Jalan Kb. Manggu, Padasuka, Cimahi Tengah.
Turnamen berlangsung selama 3 hari dari hari Jum’at 12 Januari 2024 sampai dengan hari Minggu 14 Januari 2024, dengan diikuti oleh 126 Tim dari 3 negara meliputi Indonesia (Cimahi 8 Tim, 5 Tim Double 3 Tim Triple), Malaysia (12 Tim) dan Thailand (8 Tim).
Open Turnament Nasional Petanque Double & Triple Kabuci Series IV Tahun 2024 dibuka secara langsung oleh Pj. Walikota Cimahi Dicky Saromi yang diwakili oleh Asisten I Pemerintahan dan Kesra Yanuar Taufik.
Turnamen dihadiri Ketua Umum PB FOPI Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes, yang diwakili oleh Wakil Ketua PB FOPI Dr. H. Gumilar Mulya, Ketua Umum FOPI Jabar H. Yusuf Wahyudin dan seluruh Ketua Pengurus Kota/Kabupaten Petanque se-Jawa Barat.
Ketua Cabang Olahraga (Cabor) Petanque Kota Cimahi Drs. Dedi Kuswandi, menjelaskan bahwa ini merupakan even rutin atau reguler yang biasa dilakukan oleh Kabuci FOPI Kota Cimahi.
“Yang seharusnya kegiatan ini dilaksanakan di lapangan Petanque Kabuci di Jalan Kolonel Masturi, Cipageran Cimahi Utara,” ujar Dedi.
Tetapi, sambung Dedi, karena lapangan Kabuci terkena banjir bandang pada Sabtu (6/1) persis 5 hari sebelum pelaksanaan. Maka lokasi untuk even turnamen dipindahkan ke Velodrome di lahan parkir setelah mendapat izin dari Dispora Jawa Barat.
“Jadi, kegiatan turnamen Petanque yang dilaksanakan di Velodrome ini adalah alihan, dikarenakan basecamp Petanque Kabuci terkena bencana, dan kami menyiapkan lapangan 1×24 jam untuk Kabuci Series IV ini,” bebernya.

Dedi pun menyebutkan turnamen Petanque ini diikuti oleh 126 Tim dari seluruh Pengcab, perguruan tinggi, sekolah-sekolah, klub-klub dari Indonesia terdiri dari Jabar, Jatim, Jateng, Banten, Jogja, Bali, Jambi, termasuk dari Malaysia dan Thailand.
“Alhamdulillah turnamen berjalan lancar, untuk kegiatan Double Open 126 Tim dan Triple Open 82 Tim,” imbuhnya.
Diakuinya, pada turnamen Petanque kali ini, atlet Petanque Kota Cimahi harus banyak belajar, karena negara lain yang menjadi juaranya.
“Untuk Juara I dan II diraih oleh Thailand kategori Double dan Triple, Juara III Bersama kategori Double oleh Jatim dan Thailand, sedangkan Juara III Bersama kategori Triple oleh Salatiga dan Jambi,” ungkap Dedi.
Begitu pula kesiapan atlet Petanque dari Kota Cimahi, siap untuk mengikuti ajang PON XXI atau PON Aceh-Sumut 2024 yang dijadwalkan akan berlangsung dari 8-20 September 2024.
“Atlet Cimahi ikut sebagai atlet Jabar untuk memperkuat PON cabor Petanque. Mudah-mudahan pengelolaan di Provinsi Jabar untuk cabor Petanque ini bisa lebih maksimal, karena saya melihat Pelatda-Pelatda (Pemusatan Latihan Daerah) di provinsi yang lain, itu lebih intens berlatih dan perhatian penuh kepada atletnya,” papar Dedi.
Jadi, menurut Dedi, keinginan Jabar untuk meraih Medali Emas dari cabor Petanque minimal 3 emas itu dapat terwujud apabila atlet Petanque diperhatikan dengan baik.
Sementara, Pelatih Petanque Jatim yang mewakili Manager Petanque Jatim, Robby Aufar Rizki sangat mengapresiasi kegiatan turnamen Petanque yang diselenggarakan Pengcab FOPI Kota Cimahi yang berjalan dengan kondusif, aman dan tertib.

“Alhamdulillah target yang sudah dicanangkan, karena ini sudah masuk ke Tim Pelatda sebagai persiapan untuk PON 2024 pada bulan September mendatang,” terang Robby.
Diakui Robby, Tim nya kalah dari Thailand yang notabene sebagian besar merupakan Tim Nasional Thailand.
“Kita masih kalah level jauh dengan tim dari Thailand, tapi kesiapan tim kita untuk kejuaraan PON ini antar Provinsi se-Indonesia. Kami juga realistis di pertandingan ini, kami tidak menargetkan juara, tapi Alhamdulillah di nomor Double kita masih bisa dapat Juara 3,” ungkapnya.
Lebih jauh dikatakannya, Jatim masuk 2 Tim di nomor Triple, tetapi kalah juga sama Thailand di 8 besar dua-duanya.
“Tetapi saya sebagai pelatih sangat mengapresiasi perjuangan anak-anak untuk kejuaraan kali ini, dan saya ucapkan terima kasih juga untuk FOPI Cimahi yang sudah memberikan wadah untuk rekan-rekan Petanque seluruh Indonesia, bisa bertanding disini dan bisa jalan-jalan ke Cimahi,” kata Robby.
Tak lupa, ia juga mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak panitia, wasit dan Ketua Pelaksana.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini dan kegiatan ini juga sangat memotivasi kami untuk melakukan hal yang serupa. InsyaAllah di bulan Juli nanti, kami akan menggelar kejuaraan yang sama di Jawa Timur,” pungkasnya.
Adapun Tim dari Jatim yang dikirimkan untuk Turnament Petanque kali ini sebanyak 8 Tim Double dan 5 Tim Triple.
Untuk diketahui : Petanque (dibaca petang) merupakan salah satu jenis olahraga asal Prancis yang masih awam di telinga masyarakat Indonesia. Olahraga ini baru masuk ke Indonesia pada Tahun 2017 lalu.
Petanque sendiri merupakan permainan melempar bola besi yang dimainkan di tanah berpasir atau dimainkan di lapangan rumput atau permukaan datar lainnya dengan kaki yang rapat tidak mengangkat kaki yang menapak ke tanah.
(Sinta)



