Proyek PUPR Karawang diduga Membahayakan Pengguna Jalan

  • Whatsapp

Waga berjalan di tengah jalan dikarenakan bahu jalan ditutupi lumpur tanah hasil dari normalisasi irigasi

KARAWANG, Media3.id – Proyek normalisasi SS Bolang, Desa Srikamulyan, Kecamatan Tirtajaya Kabupaten Karawang ternyata membahayakan pengguna jalan. Pasalnya tanah lumpur hasil normalisasi tersebut sebagian dibuang ke badan jalan sehingga terjadi penyempitan dan jalanpun licin.

 

Dari informasi yang di himpunan proyek Normalisasi SS Bolang, Desa Srikamulyan tersebut anggarannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Karawang tahun 2023 sebesar Rp 189.264.000 (Seratus delapan puluh sembilan juta dua ratus enam puluh empat ribu rupiah)

 

Adapun ukuran panjangnya 1.295 Meter dan Lebar 5 Meter. Sedangkan yang mengerjakan proyek normalisasi tersebut yaitu CV TIRTA KENCANA. lama pengerjaan 45 hari kalender.

 

Namun dampak normalisasi irigasi tersebut ternyata berdampak pada penyempitan jalan karena tanah lumpur yang diangkat dari irigasi menggunakan alat berat malah dibuang ke pinggir jalan raya bahkan sampai badan jalan sehingga terjadi penyempitan jalan dan jalan pun licin bahkan cukup membahayakan bagi pengguna jalan terutama kendaraan roda dua.

 

Bahkan dengan adanya penyempitan jalan dan lumpur dibuang ke badan jalan membuat Sekjen Ormas Gibas Cinta Damai Samsudin KMD melaporkan proyek tersebut ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karawang namun sayangnya laporan tersebut seperti tidak dianggap bahkan terkesan diacuhkan sehingga menjadi pertanyaan besar ada dibalik proyek normalisasi.

 

Di tempat terpisah, Kepala Desa Srikamulyan, saat dikonfirmasi soal tumpukan tanah lumpur di badan jalan yang mengakibatkan rawan kecelakaan, Halim menjelaskan, untuk mengantisipasi rawannya kecelakaan bagi pengguna jalan akibat lumpur normalisasi irigasi yang dibuang ke Bahu dan Badan jalan, kini masyarakat mulai bergotong royong memindahkan tanah lumpur ke halaman warga yang membutuhkan.

 

“Sudah mulai dibawa oleh warga, mudah-mudahan disaat musim hujan sudah rapih,” kata Halim kepala Desa Srikamulyan saat dihubungi melalui WhatsApp, Jumat (29/12/23).

 

Hingga berita ini diterbitkan, masyarakat masih berkerja keras memindahkan tanah yang ada di bahu dan badan jalan ke rumah warga agar jalan tersebut bebas dari tumpukan tanah.

 

(DM)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *