Dinas Kesehatan Kota Cimahi Minta Warga Waspada Wabah Cacar Monyet

  • Whatsapp

Waspada, penyakit cacar monyet atau monkeypox dapat menular

CIMAHI, Media3.id – Masyarakat Kota Cimahi diminta waspada terhadap wabah cacar monyet atau monkeypox, meskipun hingga saat ini kasus tersebut belum terdeteksi di Kota Cimahi.

Read More

 

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mohammad Dwihadi Isnalini, beberapa waktu yang lalu.

 

“Belum ada laporan atau temuan kasusnya di Cimahi, tetapi kewaspadaan sudah kita tingkatkan,” kata Dwihadi.

 

Meski belum ditemukan, ia meminta masyarakat untuk selalu waspada. Pasalnya wabah cacar monyet atau monkeypox kini sudah ditemukan kasusnya di Jakarta.

 

Penyakit monkeypox bisa menular dari hewan ke manusia maupun antar manusia. Penularan antar manusia umumnya terjadi lewat kontak langsung dari orang yang sudah terinfeksi positif.

 

Pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mewaspadai penularan cacar monyet. Semua Puskesmas yang ada di Kota Cimahi pun sudah dikerahkan untuk mengingatkan masyarakat akan bahayanya penyakit tersebut.

 

Jika ada masyarakat yang merasakan gejalanya seperti sakit kepala, demam akut lebih dari 38 derajat celcius, pembesaran kelenjar getah bening (Imfadenopati), nyeri otot (Myaliga), sakit punggung, kelemahan tubuh hingga lesi cacar (benjolan berisi air atau nanah pada tubuh) agar segera membawanya ke fasilitas kesehatan.

 

“Kalau ada yang merasakan gejala tersebut, langsung bawa ke fasilitas kesehatan. Nanti akan ditangani petugas kesehatan,” imbuh Dwi.

 

Dwihadi menerangkan, cacar monyet sendiri merupakan penyakit yang diakibatkan virus yang ditularkan melalui binatang atau zoonosis. Seperti dari hewan monyet, tikus, gambia dan tupai. Penularannya dilakukan dengan cara kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, kemudian bisa juga jika mengkonsumsi daging hewan liar yang terkontaminasi.

 

Selain itu, cacar monyet juga bisa menular dari manusia yang memang sudah terkonfirmasi positif.

 

“Seperti penularan plasenta dari ibu hamil ke janin. Dan paling bahaya itu penularannya dari bekas yang keringnya itu,” terang Dwi.

 

(Sinta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *