Wakil Ketua II DPRD Kota Cimahi Fraksi PDIP, Purwanto (Kiri) bersama dengan Koordinator Asosiasi Petani Cabai, Theodorik Gultom (Kanan)
CIMAHI, Media3.id – Wakil Ketua II DPRD Kota Cimahi Fraksi PDIP Purwanto bersama anggota DPRD fraksi PDIP Fredi Siagian menerima audiensi Asosiasi Petani Cabai, di ruang pimpinan DPRD Kota Cimahi, Jalan Dra. Hj. Djulaeha Karmita No. 5, Cimahi Tengah, pekan lalu.
Adapun audiensi yang disampaikan Asosiasi Petani Cabai yaitu terkait perpanjangan masa jabatan Pj. Walikota Cimahi H. Dikdik Suratno Nugrahawan sampai terpilih Walikota definitif.
Koordinator Asosiasi Petani Cabai, Theodorik Gultom menegaskan, kepada DPRD agar mengusulkan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian agar tidak perlu ada penggantian Pj. Walikota Cimahi yang baru dan tetap dilanjutkan oleh Pj. Walikota H. Dikdik Suratno Nugrahawan.
“Karena saat ini Kota Cimahi sedang giat-giatnya melakukan pembangunan, dan akibat dari kegaduhan ini, akhirnya stigma terhadap kota Cimahi jadi terdampak menjadi negatif,” tegasnya
Padahal, lanjut Gultom, pembangunan di Kota Cimahi sedang berjalan secara baik-baik saja.
“Kenapa dari pihak Kemendagri kok tidak sabar, nanti juga akan ada Pilkada, kenapa tidak dilanjutkan saja Pj. Walikota nya,” ujarnya.
Apalagi, Dikdik adalah seorang Sekda dan sangat paham terhadap kondisi Kota Cimahi.
“Selama beliau menjabat, sudah ada tonggak-tonggak pembangunan, apabila nanti Penjabat (Pj) berganti lagi, Cimahi ini seolah-olah uji coba, mau seperti apa masyarakat Cimahi merasakan dan menikmati proses pembangunan yang sudah berjalan ini,” terang Gultom.
Ia juga menegaskan kepada DPRD Kota Cimahi, bahwa sebelum tanggal 22 Oktober 2023 masa jabatan Pj. Walikota habis.
“Maka DPRD Kota Cimahi supaya menyampaikan surat ke Kemendagri agar Pj ini diperpanjang,” ulasnya.
Gultom menerangkan, akibat pemberitaan tersebut akhirnya menyebabkan kegaduhan di masyarakat,
“Memang, hal tersebut adalah kewenangan dari Mendagri, tetapi kami sebagai masyarakat Cimahi khususnya petani cabai jadi merasa terganggu,” tegas Gultom kembali.
Menurutnya, karena kegaduhan tersebut dengan adanya statement Mendagri mengenai pencopotan Pj. Walikota Cimahi karena inflasi beras dan cabai.
“Maka, kami membentuk Asosiasi Petani Cabai, karena di Cimahi awalnya tidak ada Asosiasi Petani Cabai,” pungkasnya.
Sementara, Wakil Ketua II DPRD Kota Cimahi Fraksi PDIP Purwanto, saat dikonfirmasi usai menerima audiensi tersebut, mengatakan bahwa pihaknya menerima aspirasi Asosiasi Petani Cabai yang akan disampaikan kepada Ketua DPRD kota Cimahi untuk dibahas semua pimpinan.
“Dan aspirasi tersebut akan dilayangkan ke Kemendagri, tetapi perlu diketahui bahwa kewenangan diterima atau tidaknya aspirasi tersebut, itu kewenangan Mendagri, jadi kami hanya menyampaikan saja,” papar Purwanto.
Ditambahkan pula oleh Fredi Siagian, bahwa DPRD Kota Cimahi hanya menyampaikan aspirasi saja.
“Terkait diterima atau tidaknya oleh Kemendagri itu hak prerogatif Kemendagri,” ungkap Fredi.
Namun, ia menyampaikan usulan, apabila Dikdik akan mencalonkan Walikota Cimahi periode 2024, menurutnya lebih baik fokus untuk persiapan pencalonan nanti.
“Karena, baru saja menjabat sebagai Pj. Walikota kinerjanya sudah sangat baik, apalagi kalau beliau menjabat sebagai Walikota definitif, sudah pasti pembangunan Kota Cimahi akan lebih baik lagi,” tandasnya.
(Sinta)






