30 Balita Mengalami Stunting, Kini Desa Kalangsuria Jadi Lokus Stunting

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id- Desa Kalangsuria, Kecamatan Rengasdengklok, Kabupaten Karawang kini menjadi desa lokus stunting setelah ditemukannya 33 balita mengalami kurang gizi atau stunting.

 

Read More

Saat di temui di kantor desa Kalangsuria sebelum rapat minggon desa, Lili Suherman S.H Kepala Desa Kalangsuria membenarkan bahwa ada 34 balita yang mengalami stunting, namun kini dari 34 balita yang mengalami stunting tinggal 30 balita lagi dikarenakan 4 balita sudah kembali normal.

 

“Semuanya ada 34 tapi sekarang tinggal 30 balita lagi yang stunting” kata Lili, Rabu (18/10/23). Kepada wartawan.

 

Iapun menjelaskan salah satu penyebab banyaknya balita yang mengalami stunting dikarenakan para orang tua balita enggan datang ke posyandu untuk memeriksa kondisi balitanya sehingga tidak terpantau. Bahkan setelah dilakukan penyisiran ke setiap keluarga yang memiliki balita, ditemukan balita yang mengalami stunting.

 

“Penyebabnya para orang tua enggak datang ke posyandu sehingga tidak terkontrol, tapi setelah di kroscek secara dor to dor baru ketahuan karena dari sasaran 200 balita yang datang hanya 100 balita,” tuturnya.

 

Iapun mengeluhkan petugas yang melakukan pemeriksaan terhadap balita. karena untuk mengukur balita dan menentukan stunting tidak tentunya rumusnya ” ada rumusnya menentukan balita stunting atau tidaknya,” ungkapnya.

 

Kini, Lili selaku kepala Desa Kalangsuria mengharapkan kepada ibu-ibu yang memiliki balita agar datang ke posyandu untuk memeriksa balitanya supaya terpantau kondisi kesehatannya.

 

Reporter: Daman Huri

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *