CIMAHI, Media3.id – Sebanyak 57 kasus ditemukan warga yang terinfeksi positif penyakit sifilis atau raja singa. Dari Tahun 2022 hingga Juni 2023 total temuan sifilis sebanyak 57 kasus, 22 diantaranya ibu hamil.
Hal itu diungkapkan Pemegang Program HIV-AIDS dan IMS pada Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyono, beberapa waktu yang lalu.
“Puluhan kasus raja singa dalam dua tahun terakhir itu mayoritas dari warga luar Kota Cimahi,” tutur Mulyono.
Dikatakannya, berdasarkan temuan Dinas Kesehatan Kota Cimahi, ternyata tercatat hanya 13 warga yang berdomisili di Kota Cimahi. Sebab, fasilitas kesehatan di Kota Cimahi melayani juga pemeriksaan warga dari luar daerah seperti Kota Bandung dan Kabupaten Bandung Barat yang berbatasan.
“Tahun 2022 itu ada 47 kasus sifilis, warga Cimahinya ada 10 orang, kemudian Tahun 2023 sampai Juni ada 10 orang, warga Cimahinya ada 3 orang,” sebut Mulyono.
Ia mengatakan, temuan kasus sifilis di Kota Cimahi mayoritas tertular dari hubungan seks bebas tanpa pengaman.
“Kalau temuan di kita itu semuanya tertular dari hubungan seks tanpa pengaman. Tidak ada dari ibu hamil ke anaknya. Memang dari pasangan,” ulas Mulyono.
Ia juga menerangkan, semua warga yang ditemukan terkonfirmasi terkena sifilis sudah dinyatakan sembuh setelah melewati berbagai penanganan. Termasuk ibu hamil yang terkonfirmasi positif sehingga tidak menular terhadap anak yang sedang dikandungnya.
“Semuanya yang ditangani sama kita sudah sembuh. Terapinya hanya injeksi saja. Dan Alhamdulillah tidak ada yang sampai menular terhadap anaknya,” tukas Mulyono.
Menurutnya, penyakit raja singa sangat berbahaya apabila tidak segera ditangani. Khususnya bagi ibu hamil yang bisa menular terhadap anaknya. Untuk itu, pihaknya meminta warga khususnya ibu hamil melakukan pengecekan dini di fasilitas kesehatan terdekat.
Sehingga apabila ditemukan positif akan langsung ditangani oleh petugas kesehatan.
“Kalau tidak diterapi akan menular ke bayinya bahkan bisa menyebabkan kebutaan dan kematian pada janin. Untuk itu kami meminta khususnya ibu hamil lakukan pemeriksaan dari mulai sifilis, HIV hingga Hep B (hepatitis),” pungkasnya.
(Sinta)






