Hingga saat ini Permasalahan Sampah di Kabupaten Karawang Belum Teratasi

  • Whatsapp

KARAWANG, Media3.id – Permasalahan sampah di Kabupaten Karawang seperti tidak ada henti-hentinya sehingga banyak ditemukan Tempat Pembuangan Sampah Liar (TPSL) di Kabupaten Karawang. Bahkan Irigasi pun menjadi sasaran empuk oknum masyarakat membuang sampahi.

 

Read More

Untuk mengurangi permasalahan sampah, Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang mendapat bantuan dari Provinsi Jawa Barat berupa alat dan bangunan Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R) yang terletak di sejumlah kecamatan di Kabupaten Karawang salah satunya di Desa Gempolkarya, Kecamatan Tirtajaya.

 

Adapun tujuan dan fungsi TPS3R yaitu untuk

mengurangi, menggunakan dan daur ulang sampah mulai dari menjemput sampah dari tiap rumah, pemilah sampah, pengelolaan sampah organik yang akan dijadikan kompos.

 

Namun sayangnya TPS3R di Kabupaten Karawang sepertinya tidak berjalan mulus karena dari pantauan media kehadiran TPS3R tidak berfungsi bahkan di lingkungan TPS3R sendiri menjadi tempat pembuangan sampah liar hingga irigasi pun menjadi tempat pembuangan sampah yang akhirnya membuat petugas pengairan Perusahaan Jasa Tirta (PJT) kewalahan.

 

Menyikapi hal tersebut Alek Sukardi S.H., M.H, ketua Ikatan Kepala Desa Kecamatan Batujaya sekaligus sekretaris Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Karawang angkat bicara. Pemerintah kurang serius mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Karawang.

 

“Kalau ditanya mampu Pemda Karawang mampu mengatasi permasalahan sampah. Kalau ditanya serius, Pemda Karawang Tidak serius mengatasi permasalahan sampah,” kata Alek kepada wartawan di Kantor Kecamatan Batujaya, Selasa (08/08/23).

 

Dikatakan Alek, sumber sampah yang ada di hilir bukan semuanya sampah yang dibuang oleh oknum masyarakat yang membuang sampah ke irigasi namun ada juga sampah kiriman dari wilayah Rengasdengklok yang terbawa air hingga ke hilir.

 

“Sumber sampah di hilir itu ada di hulu dan tidak semua penduduk hilir yang buang sampah yang menumpuk di hilir, tetap saja ada sumbangsih sampah dari hulu,” ungkapnya.

 

iapun mengatakan kalau emang perintah daerah terlalu jauh mengirim armada ke Batujaya, maka pemerintah daerah melalui dinas terkait bisa memotong jalur lewat Rengasdengklok.

 

“Seandainya karena jarak yang terlalu jauh mengirim armada angkut sampah ke Batujaya, maka bisa dipotong di jalur itu lewat Rengasdengklok. Artinya dalam hal ini PUPR untuk menyikapi itu menyiapkan alat berat untuk mengangkat sampah dari irigasi kemudian dibawa oleh mobil sampah diangkut ke Jalupang atau TPST yang resmi” tuturnya.

 

“Saya yakin kalau hanya sampah rumah tangga di hilir tidak akan menumpuk sebanyak itu tapi ini sampah kiriman dari wilayah Rengasdengklok,” pungkasnya

 

Untuk mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Karawang, perlu adanya kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan selain itu perlu adanya kerjasama lebih intens antara PUPR DLHK dan PJT lebih baik lagi sehingga permasalahan sampah di kabupaten Karawang secara perlahan dapat teratasi.

 

Reporter: Daman Huri

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *