Usai KLB di Garut, Dinkes Kota Cimahi Imbau Warga Waspada Difteri

  • Whatsapp
Waspada terhadap penyakit Difteri, imunisasi bayi dan anak harus segera dilengkapi

CIMAHI, Media3.id – Sebagaimana diketahui bersama, bahwa Difteri ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di Garut usai adanya tujuh orang yang meninggal, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi meminta masyarakat tetap waspada.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kota Cimahi, dr. Mohammad Dwihadi Isnalini, beberapa waktu yang lalu.

Read More

“Apalagi Garut itu kan jaraknya tidak terlalu jauh, jadi kita mengantisipasi penyebaran karena mobilitas masyarakat di Cimahi kan tinggi. Mungkin saja ada yang habis dari Garut dan sebagainya, kita kan enggak tahu,” kata Dwihadi.

Secara tegas, ia menerangkan, bahwa Difteri merupakan penyakit yang sangat berbahaya dan mematikan apabila tidak dilakukan pencegahan. Untuk itu, pihaknya menghimbau masyarakat yang merasakan gejalanya untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

“Terkait adanya KLB di Garut, kami menghimbau apabila ada yang mengalami gejala demam tinggi atau sakit menelan untuk segera memeriksakan diri ke Puskesmas,” sarannya.

Selain itu, yang harus diperhatikan oleh masyarakat Cimahi, gejala Difteri ini ditandai dengan demam menggigil, suara serak, tenggorokan terasa sakit, dan kesulitan bernafas.

“Kemudian adanya kelenjar betah gening pada leher, tenggorokan dan amandel tertutup oleh membrane atau selaput berwarna abu-abu,” beber Dwihadi.

Maka dari itu, bila ada anak yang terserang Difteri, disarankan bagi para orang tua untuk segera membawa anaknya ke fasilitas kesehatan. Kemudian untuk pencegahan lainnya, pihaknya meminta para orang tua untuk melengkapi anaknya dengan imunisasi.

“Bagi bayi yang belum imunisasi terutama yang belum lengkap, segera lengkapi dengan mendatangi Posyandu setempat atau fasilitas kesehatan,” harap Dwihadi.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular pada Dinkes Kota Cimahi, dr. Mohammad Dwihadi Isnalini

Lebih jauh dikatakan Dwihadi, wabah Difteri ini bisa menular dengan cepat melalui droplets, sekresi, atau kontak langsung dengan penderita. Bakteri tersebut penyebarannya cukup cepat dan meluas sehingga harus dilakukan antisipasi.

Apabila sudah terjangkit, wabah tersebut bisa disembuhkan. Tetapi, penanganan dan waktu penyembuhannya tergantung hasil diagnosa dari dokter,

“Difteri dapat disembuhkan dengan beberapa terapi dan anjuran dari dokter,” ucapnya.

Ia melanjutkan, tahun ini pihaknya belum menemukan adanya warga Kota Cimahi yang terpapar wabah Difteri. Meski begitu, pihaknya akan tetap melakukan antisipasi dan meminta warga khususnya anak-anak untuk tetap waspada.

Disebutkannya bahwa tahun lalu ada kasus 1 orang, tetapi sekarang sudah sembuh. (Sinta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *