23 Etnis Tergabung Menjadi Anggota Forum Pembauran Kebangsaan Kota Cimahi

  • Whatsapp

 

Ketua FPK Kota Cimahi H Totong Solehudin

CIMAHI, Media3.id – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Cimahi sekarang sudah bertambah menjadi 23 Etnis yang tergabung di FPK ini.

 

Hal itu diungkapkan Ketua FPK Kota Cimahi H Totong Solehudin dalam kegiatan sosialisasi yang digelar FPK, yang berlangsung di Pendopo Gedung DPRD Kota Cimahi, Jl. Dra. Hj. Djulaeha Karmita No. 5, Cimahi Tengah, pada Senin (20/3/2023).

 

Dengan bangga Totong menyebutkan, saat ini FPK keanggotaannya semakin bertambah dari berbagai etnis di Kota Cimahi sebagai Kota yang Heterogen dari berbagai suku Bangsa.

 

Dijelaskannya, FPK ini terdiri dari berbagai suku bangsa, dari Sumatra, Jawa, Papua, dan etnis Tionghoa se Kota Cimahi,

 

“Saya bersyukur FPK yang notabene sebagai organisasi mandatori pemerintah sudah bisa melakukan pertemuan secara rutin ini,” terang Totong.

 

Ia pun mengungkapkan rasa bangganya terhadap Pemerintah Kota Cimahi,

 

“Kami sangat bangga dengan adanya support dari Pak Walikota melalui Kesbangpol tadi bertemu dengan etnis Tionghoa, memperkenalkan kepada mereka apa itu FPK? Dan FPK kedepan akan seperti apa?,” ucapnya.

 

Kemudian, Totong menerangkan kepada etnis Tionghoa dan Kesbangpol bahwa FPK sekarang sudah mempunyai Koperasi, dan kedepan FPK ini ingin berkontribusi kepada pembangunan Kota Cimahi,

 

“Kami juga ingin berkontribusi kepada pemerintah melalui pembangunan-pembangunan di Kota Cimahi, bahkan tadi kita juga berkontribusi dengan kegiatan-kegiatan tadi,” ungkap Totong.

 

Ia pun mengucapkan terimakasih kepada seluruh anggota-anggota FPK yang telah hadir dan juga kepada pihak Pemerintah Kota Cimahi,

 

“Kami sangat berterimakasih kepada pemerintah yang telah mempercayakan FPK untuk berkontribusi kepada pihak Pemerintah Kota Cimahi,” imbuhnya.

 

Dijelaskannya kembali, Forum Pembauran Kebangsaan itu merupakan sebuah wadah dari etnis atau suku bangsa yang ada di Indonesia,

H Totong Solehudin saat memberikan penjelasan kepada anggota FPK dari berbagai etnis dari berbagai suku bangsa

“Dimana tujuannya untuk dapat berkontribusi secara maksimal tanpa mengesampingkan perbedaan-perbedaan yang ada sebagai anugerah dari Alloh SWT dan merupakan sebuah Hasanah,” terangnya.

 

Jadi, maksud dari Hasanah itu, lanjut Totong, dalam rangka membangun untuk bangsa dan negara,

 

“Khususnya untuk para etnis di Kota Cimahi ini,” pungkasnya.

 

FPK itu merupakan organisasi Plat Merah sebagai mandatory dari Pemerintah dan dibentuk berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri,

 

“Sebagaimana dalam Permendagri untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara, karena berdasarkan etnis, suku bangsa yang banyak di Indonesia, maka dibentuklah FPK, termasuk anggota kita yang banyak ada 23 anggota etnis di Cimahi yang tergabung di FPK Cimahi ini,” jelas Totong.

 

Dalam kegiatan-kegiatan FPK pun, sambung Totong, semua dilakukan sebagai perekatnya budaya,

 

“Jadi, kita akan tampil nanti bagaimana kita berkebudayaan dan kontribusinya dengan pembangunan di wilayah, kita memimpikan mempunyai sebuah tempat, misalkan kita akan tampil semalam dengan budaya Aceh, nanti etnis Aceh akan muncul, dari mulai budayanya, seninya, pernak-perniknya, makanannya, nanti orang Aceh, dari pada jauh-jauh ke Aceh, mereka akan datang untuk bersilaturahmi,” bebernya.

(Sinta)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *