Bandung, Media3.id – Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) menjadi atensi bagi peternak. Menanggapi hal itu sendiri Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan kota Banjar melakukan sosialisasi bahaya PMK pada ternak, seperti sapi. Sosialisasi yang diikuti setidaknya sekitar 50 peternak dan pedagang. Jumat, (30/8/22).
Kepala Bidang Peternakan drh Iis M menyampaikan data statistik dinas peternakan persoalan perkembangan PMK, menurutnya penyebabaran PMK bisa terbang sampai 10 km dari jarak hewan terjangkit. dan untuk selalu waspada dan membersihkan kandang dan sekitarnya.
“sosialisasi lebih ditekankan pada pengenalan gejala-gejala PMK agar kedepannya peternak bisa melaporkan ke pihak terkait jika ditemukan gejala pada ternak mereka. Selain itu antusias masyarakat dinilai sangat baik.” Ujarnya.
Cuaca juga tidak jadi penghalang untuk menghadiri kegiatan padahal hujan dan ketika penyuluhan itu berlangsung peserta sangat aktif berinteraksi dengan penyuluh/pemateri , artinya sangat-sangat mengapresiasi dan merespon dengan baik.
Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban.
Kang Emil sapaan Ridwan Kamil memastikan penanganan terhadap infeksi virus PMK di Jabar dilakukan dengan maksimal. Salah satunya dengan mempercepat vaksinasi.
“Masyarakat Jabar tetap tenang, penanganan PMK hewan di Jabar tertangani dengan baik menjelang Iduladha bulan depan, jangan khawatir,” kata Kang Emil.
Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi PMK pada hewan ternak di Jabar dilakukan tiga tahap yakni suntikan pertama, kedua, dan booster.
“Sama seperti vaksinasi COVID-19 suntikan pertama, kedua dan booster,” ucap Kang Emil.
Bagi hewan ternak yang sudah diperiksa sehat dan cukup umur, kata Kang Emil, akan diberikan sertifikat yang dipasangkan pada leher hewan. Hal itu menandakan bahwa hewan tersebut sehat dan siap untuk dikonsumsi.
“Semua yang sehat akan dikasih sertifikat yang bisa dicek menggunakan handphone. Jadi nanti di setiap kuping sapi sehat bisa di-scan barcode-nya, menandakan itu siap untuk dilakukan kegiatan khususnya untuk sapi potong,” tandasnya.






