Satgas PMK Dorong Pengadaan Vaksin oleh Swasta

  • Whatsapp

Bandung, Media3.id  – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) mendorong pengadaan vaksin oleh pihak swasta untuk domba di Jawa Barat.

Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan PMK Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pengadan vaksin pertama di Kementan adalah untuk sapi dan kerbau. Dan khusus untuk di Jawa Barat difokuskan domba, karena 70 persen populasi domba nasional ada di Jabar. Pihaknya pun mengajak swasta membantu peternak rakyat dalam pengadaan vaksin PMK.

“Swasta bersedia membantu pengadaan vaksin untuk para peternak,” kata Wiku. Dengan demikian sinergi bisa dilakukan dengan baik, sehingga populasi domba di Jabar tidak terancam berkurang akibat wabah PMK.

Menurut dia, pertahanan pertama penularan PMK adalah biosekuriti jika vaksin dan obat-obatan belum ada. Setiap petugas yang keluar masuk kandang ternak harus disemprot terlebih dahulu.

“Alas kaki pun harus bersih untuk memastikan kebersihan hewan selalu terjaga,” kata dia.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban.

Kang Emil sapaan Ridwan Kamil memastikan penanganan terhadap infeksi virus PMK di Jabar dilakukan dengan maksimal. Salah satunya dengan mempercepat vaksinasi.

“Masyarakat Jabar tetap tenang, penanganan PMK hewan di Jabar tertangani dengan baik menjelang Iduladha bulan depan, jangan khawatir,” kata Kang Emil.

Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi PMK pada hewan ternak di Jabar dilakukan tiga tahap yakni suntikan pertama, kedua, dan booster.

“Sama seperti vaksinasi COVID-19 suntikan pertama, kedua dan booster,” ucap Kang Emil.

Bagi hewan ternak yang sudah diperiksa sehat dan cukup umur, kata Kang Emil, akan diberikan sertifikat yang dipasangkan pada leher hewan. Hal itu menandakan bahwa hewan tersebut sehat dan siap untuk dikonsumsi.

“Semua yang sehat akan dikasih sertifikat yang bisa dicek menggunakan handphone. Jadi nanti di setiap kuping sapi sehat bisa di-scan barcode-nya, menandakan itu siap untuk dilakukan kegiatan khususnya untuk sapi potong,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *