Sapi Perah dan Sapi Betina di Cianjur, Prioritas Vaksin

  • Whatsapp

Bandung, Media3.id  – Dinas Peternakan Kesehatan Hewan dan Perikanan Kabupaten Cianjur terus memantau kondisi hewan ternak pasca vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dosis pertama.

Pasalnya, untuk memastikan hewan ternak tersebut tidak terjangkiPMK, harus
menunggu masa inkubasi selama 14 hari.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner DPKHP Kabupaten Cianjur, Ade Dadang Kusmayadi, di Cianjur baru-baru ini.

Ade mengatakan pemberian vaksin dosis pertama sudah dilaksanaan beberapa waktu lalu

Vaksin PMK, diprioritaskan untuk sapi perah dan sapi betina. “Namun kemarin ada arahan lagi dari Kementerian Pertanian, untuk sapi jantan juga sudah bisa divaksin,” katanya.

“Nantinya kami juga akan memberikan vaksin ke sapi jantan,” ungkap dia.

Untuk pemberian vaksin dosis kedua kata Ade, diberikan setelah 4 pekan sejak pemberian dosis pertama. Dosis kedua akan diberikan kepada sapi yang sama pada pemberian dosis pertama. “Jumlahnya sama dan sapinya pun harus sama.

“Sedangkan untuk dosis ketiga atau booster, diberikan enam bulan berikutnya,” sebut Ade.

Diketahui jumlah hewan ternak di Kabupaten Cianjur yang terindikasi suspect PMK, sebanyak 1.107 ekor, tersebar di 21 desa di 11 kecamatan. Dari jumlah tersebut, 432 ekor diantaranya dalam kondisi sakit, 31 ekor mati, 62 ekor dipotong paksa dan 541 ekor sembuh dari PMK,” ujar Ade.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban.

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– memastikan penanganan terhadap infeksi virus PMK di Jabar dilakukan dengan maksimal. Salah satunya dengan mempercepat vaksinasi.

“Masyarakat Jabar tetap tenang, penanganan PMK hewan di Jabar tertangani dengan baik menjelang Iduladha bulan depan, jangan khawatir,” kata Kang Emil.

Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi PMK pada hewan ternak di Jabar dilakukan tiga tahap yakni suntikan pertama, kedua, dan booster.

“Sama seperti vaksinasi COVID-19 suntikan pertama, kedua dan booster,” ucap Kang Emil.

Bagi hewan ternak yang sudah diperiksa sehat dan cukup umur, kata Kang Emil, akan diberikan sertifikat yang dipasangkan pada leher hewan. Hal itu menandakan bahwa hewan tersebut sehat dan siap untuk dikonsumsi.

“Semua yang sehat akan dikasih sertifikat yang bisa dicek menggunakan handphone. Jadi nanti di setiap kuping sapi sehat bisa di-scan barcode-nya, menandakan itu siap untuk dilakukan kegiatan khususnya untuk sapi potong,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *