– Ketua Fraksi Partai Gerindra Persatuan DPRD Jabar, H. Ricky Kurniawan, mengapresiasi pelaksanaan vaksinasi penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di kabupaten Bogor.
Berdasarkan laporan yang ia terima dari Pemerintah Kabupaten Bogor, penyuntikan vaksin PMK di daerah ini telah dilakukan pada 4.081 ekor ternak.
“Realisasi vaksin PMK (di kabupaten Bogor) itu, layak diapresiasi, ” kata H. Ricky Kurniawan di Bogor, Rabu (2/11/2022).
Menurut Ricky, program vaksinasi PMK harus dilanjutkan, agar tak ada lagi kasus PMK baru di wilayah Kabupaten Bogor khususnya dan di Jawa Barat umumnya.
Ricky menyebut usaha ternak di kabupaten Bogor sudah lama berkembang, baik ternak sapi maupun domba dan kambing.
Karena itu, layanan vaksinasi PMK tidak terbatas pada sapi saja, namun juga pada domba dan kambing.
Bersamaan dengan pelaksanaan vaksin PMK, Ricky menyatakan perlu ada evaluasi yang komprehensif atas kondisi PMK di wilayah Bogor.
Pasalnya, dengan evaluasi yang komprehensif akan diketahui penanganan lain agar PMK bisa nol kasus.
“Opsi penanganan bisa saja dengan optimalisasi pengawasan lalu lintas hewan ternak, terutama yang didatangkan dari luar Kabupaten Bogor, ” pangkasnya.
Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban.
Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– memastikan penanganan terhadap infeksi virus PMK di Jabar dilakukan dengan maksimal. Salah satunya dengan mempercepat vaksinasi.
“Masyarakat Jabar tetap tenang, penanganan PMK hewan di Jabar tertangani dengan baik menjelang Iduladha bulan depan, jangan khawatir,” kata Kang Emil.
Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi PMK pada hewan ternak di Jabar dilakukan tiga tahap yakni suntikan pertama, kedua, dan booster.
“Sama seperti vaksinasi COVID-19 suntikan pertama, kedua dan booster,” ucap Kang Emil.
Bagi hewan ternak yang sudah diperiksa sehat dan cukup umur, kata Kang Emil, akan diberikan sertifikat yang dipasangkan pada leher hewan. Hal itu menandakan bahwa hewan tersebut sehat dan siap untuk dikonsumsi.
“Semua yang sehat akan dikasih sertifikat yang bisa dicek menggunakan handphone. Jadi nanti di setiap kuping sapi sehat bisa di-scan barcode-nya, menandakan itu siap untuk dilakukan kegiatan khususnya untuk sapi potong,”






