Bekasi (Jawa Barat), media3.id – Pemerintah Kabupaten Bekasi membentuk tim pengawas kesehatan hewan, dengan menggandeng Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Cabang Jawa Barat 5.
“Tim pengawas ini bertugas memastikan kesehatan hewan, termasuk dari ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sempat mewabah di sejumlah daerah di Jawa Barat.
Kabid Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Dwiyan Wahyudiharto
mengatakan, tim beranggotakan 30 personel dari perangkat daerah Kabupaten Bekasi dan petugas PDHI Jawa Barat.
“Tim ini akan melakukan pengawasan di tingkat pedagang, termasuk pemeriksaan antemortem,” ujarnya pekan ini.
Dwiyan mengungkapkan dalam proses pemeriksaan tim akan mengetahui hewan yang sakit dan hewan sehat.
“Kalau ada yang sakit, kita sarankan untuk diobati, tidak boleh dijual,” ujarnya.
Meski demikian kata Dwiyan, dengan kejadian PMK masyarakat juga harus tahu ciri hewan sehat. Adapun ciri-ciri dari hewan sehat itu antara lain tidak ada luka pada mulut, hidung, dan kaki, gerakan hewan lincah, nafsu makan bagus, serta tidak cacat.
Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu mengatakan, salah satu upaya penanganan PMK hewan di Jabar dengan mempercepat vaksinasi.
“Masyarakat Jabar tetap tenang, penanganan PMK hewan di Jabar tertangani dengan baik menjelang Idul Adha bulan depan, jangan khawatir,” tutur Kang Emil usai meninjau vaksinasi PMK pada sapi di Desa Cilembu, Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Senin (20/6/2022).
Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi PMK pada hewan ternak di Jabar dilakukan tiga tahap, yaitu suntikan pertama, kedua, dan booster.
“Sama seperti vaksinasi Covid-19, suntikan pertama, kedua dan booster,” ucapnya.






