Jabar Ajukan 3.273 Ekor Ternak Terdampak PMK Untuk Dapat Dana Kompensasi

  • Whatsapp

Bandung, Media3.id  – Jawa Barat merupakan salah satu daerah, dengan pengajuan kompensasi tertinggi atas kasus penyakit mulut dan kuku (PMK)

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat Arifin Soedjayana di Kabupaten Bandung Barat baru-baru ini.

Arifin mengatakan total pengajuan kompensasi sebanyak 3.173 ekor senilai
Rp 31,63 Miliar, dengan rincian Sapi/Kerbau 3.163 ekor dan Kambing/Domba sebanyak 10 ekor.

“Saat ini berkas untuk 2.650 ekor sedang diproses oleh Kementerian Pertanian, sedangkan berkas pengajuan 430 ekor masih berada di Dinas Provinsi dan yang masih dalam proses validasi 290 ekor. Namun masih terdapat berkas yang sedang dalam perbaikan oleh Kabupaten sebanyak 140 ekor,” ungkapnya.

Arifin menegaskan, Pemerintah Provinsi tidak membatasi jumlah ternak yang diusulkan untuk mendapatkan penggantian, asal dokumen lengkap dan sesuai dengan prosedur.

“Maka, silahkan saja Kabutapen/Kota untuk mengusulkannya,” sambung Arifin.

Sementara Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meminta masyarakat untuk tidak khawatir terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan kurban.

Kang Emil –sapaan Ridwan Kamil– memastikan penanganan terhadap infeksi virus PMK di Jabar dilakukan dengan maksimal. Salah satunya dengan mempercepat vaksinasi.

“Masyarakat Jabar tetap tenang, penanganan PMK hewan di Jabar tertangani dengan baik menjelang Iduladha bulan depan, jangan khawatir,” kata Kang Emil.

Ia menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi PMK pada hewan ternak di Jabar dilakukan tiga tahap yakni suntikan pertama, kedua, dan booster.

“Sama seperti vaksinasi COVID-19 suntikan pertama, kedua dan booster,” ucap Kang Emil.

Bagi hewan ternak yang sudah diperiksa sehat dan cukup umur, kata Kang Emil, akan diberikan sertifikat yang dipasangkan pada leher hewan. Hal itu menandakan bahwa hewan tersebut sehat dan siap untuk dikonsumsi.

“Semua yang sehat akan dikasih sertifikat yang bisa dicek menggunakan handphone. Jadi nanti di setiap kuping sapi sehat bisa di-scan barcode-nya, menandakan itu siap untuk dilakukan kegiatan khususnya untuk sapi potong,” tandasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *