Banjar, media3.id – Dinas Ketahanan pangan dan perikanan kota Banjar juga melakukan sosialisasi ke para peternak dan Desa sebagai bentuk pencegahan agar virus tersebut tidak menjangkit ke lintas peternakan dengan menyetop pembelian atau mendatangkan hewan ternak dari luar daerah
Kepala Bidang Peternakan drh Iis M menuturkan, bahwa virus yang menyerang hewan ternak ini tidak menular pada manusia. Kendati demikian, manusia bisa menjadi salah satu media pembawa virus pada hewan ternak yang ditemuinya.
Penyakit PMK kembali muncul di Indonesia sejak menghilang pada 1990 silam. Awalnya muncul di Jawa Timur dan Aceh yang disebabkan oleh virus dan mengakibatkan hewan ternak terjangkit luka-luka.
Kabid Peternakan ini menjabarkan bahwa penularan virus ini tidak membahayakan terhadap komoditas daging hewan ternak. “Selama dagingnya diolah dengan benar tetap aman untuk dikonsumsi,” tegasnya.
Iis mengimbau kepada masyarakat agar tidak panik menghadapi wabah PMK pada hewan ternak saat ini. “Jangan panik karena virus ini masih bisa diatasi selama kita menjalankan isolasi atas hewan ternak saat dalam tahap pengobatan,” tandasnya.






