Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid Dorong Penahanan Para Tersangka Kanjuruhan Malang

  • Whatsapp

 

Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) sekaligus Ulama asal Kabupaten Malang Jawa Timur, Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid

Read More

Jatim, media3.id – Inisiator Gerakan Nurani Kebangsaan (GNK) sekaligus Ulama asal Kabupaten Malang Jawa Timur, Habib Syakur Ali Mahdi Al Hamid menyampaikan beberapa hal terkait dengan kelanjutan kasus tragedi Kanjuruhan. Meminta kepada Kepolisian dalam hal ini Polda Jawa Timur untuk segera menahan seluruh tersangka yang telah ditetapkan dalam targedi Kanjuruhan.

“Saat ini, sudah ada 6 tersangka, antara lain 1) Direktur Utama PT LIB Akhmad Hadian Lukita, 2) Ketua Panitia Pelaksana Pertandingan Abdul Haris, 3) Security Officer Suko Sutrisno, 4) Kabag Ops Polres Malang Wahyu Setyo Pranoto, 5) Komandan Kompi 3 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman, 6) Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.” Kata Habib Syakur. Rabu 19 Oktober 2022.

Lanjut Habib, meminta kepada pengurus PSSI khususnya Ketum PSSI Mochamad Iriawan alias Iwan Bule untuk mengindahkan rekomendasi TIGPF Tragedi Kanjuruhan yang dipimpin oleh Prof Mohammad Mahfud MD untuk mengundurkan diri.

Lanjutnya, Pemerintah dan pihak terkait untuk memberikan seluruh hak korban, baik kesehatan fisik dan kesehatan psikis tanpa adanya intimidasi atau hal-hal yang bisa merugikan para suporter Aremania secara sepihak.

Meminta agar seluruh liga dan pertandingan sepak bola di Indoensia dihentikan sementara sampai semua persoalan Tragedi Kanjuruhan tuntas. Dan memohon kepada seluruh komunitas suporter di seluruh Indonesia untuk melakukan gerakan soliditas memboikot seluruh upaya pemerintah dan pihak terkait untuk melanjutkan pertandingan apapun sebelum kasus Tragedi Kanjuruhan selesai dan memenuhi seluruh unsur keadilan.

“Kami memohon kepada Presiden Jokowi untuk tidak melakukan pembongkaran Stadion Kanjuruhan sebelum kasus Tragedi Kanjuruhan tuntas dipersidangkan.” Tandasnya.

Habib juga menyayangkan gerakan Khilafah dan sejenisnya menunggangi Tragedi Kanjuruhan hanya untuk mendiskreditkan pemerintah dan kepolisian saja. Saat ini pemerintah dan kepolisian memang perlu dikawal untuk menuntaskan kasus ini, akan tetapi tidak untuk jadi bahan olok-olokan yang justru mendelegitimasi marwah pemerintah dan Polri yang seharusnya perlu dijaga betul oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Tragedi Kanjuruhan adalah kasus kejahatan kemanusiaan. Jangan sampai kasus ini menguap begitu saja tanpa ketegasan dan penegakan hukum yang baik, benar serta adil. Karena ini akan menjadi catatan buruk bagi Negara Indonesia dalam konteks persepakbolaan dan berpotensi menjadi dosa Presiden Jokowi usai masa kepemimpinannya kelak.” Ungkap Habib Syakur.

(Rls)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *