Danyon B Pelopor AKBP Suwinto, SH., SIK mengatakan bahwa doa bersama untuk para korban tragedi Kanjuruhan itu adalah sebagai bentuk rasa empati terhadap mereka yang menjadi korban dalam tragedi kemanusiaan tersebut.
“Ini adalah sebagai bentuk rasa empati kami kepada para korban termasuk dua anggota Polri yang meninggal dalam insiden kemanusiaan tersebut,” katanya.
Terpisah Dansat Brimob Polda Kaltim turut berbela sungkawa, Ia pun berharap keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan ketabahan dan tragedi memilukan itu tidak terjadi lagi dalam sepak bola indonesia.
“Tidak ada sepak bola yang seharga manusia, semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan semoga ini insiden terakhir dalam dunia persepakbolaan Indonesia,” terangnya
Diberitakan sebelumnya, kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, seusai laga derby jatim antara Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022). Data terakhir sebanyak 131 korban tewas ratusan luka dan masih ada yang masih dalam perawatan akibat kejadian tersebut. (Ardhie – Div Humas Brimob Polri)






