Animo Masyarakat Tinggi Adanya Pasar Murah Digelar Dikota Tasikmalaya

  • Whatsapp

Read More

Tasikmalaya, Media3.id – Animo Masyarakat Kota Tasikmalaya sangat tinggi adanya Pasar Murah yang di gelar oleh TPID Kota Tasikmalaya bersama Bank Indonesia dan stakeholder selama tiga hari, karena kegiatan pasar murah itu untuk menyederhanakan rantai nilai komoditas strategis untuk mendorong harga rendah dan stabil bagi masyarakat umum,” ujar Deputi Kepala Bank Indonesia Nurtjipto, Selasa(9/8/2022)

Menurut Nurtjipto Operasi pasar murah ini digelar selama 3 hari, membuat animo masyarakat akan kebutuhan pokok sangat tinggi, bahkan kegiatan ini untuk meminimalisir tekanan daya beli akibat peningkatan harga komoditas strategis,” ucapnya

Kata dia, realisasi Inflasi bulan Juli 2022 Kota Tasikmalaya sebesar 0,57% (mtm) atau 5,18% (ytd) dengan pendorong utama berasal dari kelompok volatile food (VF) sebesar 1,24% (mtm) atau 10,31% (ytd) dengan komoditas antara lain bawang merah, cabai merah, cabai rawit, dan tomat.

Hal ini dikarenakan rendahnya hasil produksi akibat cuaca ekstrim dan diiringi pula peningkatan biaya produksi yang turut mendorong penurunan minat investasi produksi,” Katanya

Dalam rangka menghadirkan rantai nilai yang sederhana untuk mendorong harga rendah dan stabil bagi masyarakat, TPID Kota Tasikmalaya juga bekerjasama dengan TPID Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan untuk mendistribusikan komoditas volatile food khususnya cabai, bawang merah dan sayuran dari daerah produsen Provinsi Jawa Barat yaitu TTIC/Kelompok Tani dari Ciwidey, Kabupaten Bandung.

Selain itu kegiatan kali ini mengajak partisipasi dari mitra produsen Kelompok Tani Lumbung Usaha Pangan Mandiri (beras), Klaster Telur, Kelompok Wanita Tani (cabai dan sayuran) dibawah koordinasi Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan maupun retail modern Asia Plaza Toserba (minyak goreng dan lainnya) dibawah koordinasi Dinas KUMKM Perindustrian Perdagangan. Turut berpartisipasi Bulog Subdivre Ciamis (beras, minyak goreng, tepung terigu, daging beku) dan Pertamina TBBM Tasikmalaya (BBG subsidi dan non-subsidi).

Animo masyarakat untuk pasar murah ini cukup tinggi dengan partisipasi lebih dari 500 pengunjung, hal ini merupakan indikator bahwa harga komoditas pangan di pasar saat ini masih cukup tinggi, untuk itu diharapkan secara bersama-sama TPID dapat mendorong sektor produksi agar memenuhi permintaan sektor konsumsi.

Dari kegiatan pasar murah di hari pertama terserap komoditas strategis cabai (115kg), bawang merah (250kg), telur (200kg), beras (2.000kg), tepung terigu (100kg), minyak goreng (500liter), gula pasir (100kg), daging beku (30kg) dan sayuran lainnya seperti tomat, pakcoy, wortel, kacang panjang, sosin, pecay, waluh (255kg).

Selanjutnya untuk komoditas minyak goreng dengan HET Rp14.000 terserap sebanyak 735 liter, sedangkan untuk komoditas bahan bakar rumah tangga BBG 3Kg (Rp16.000) hanya terserap 75 tabung dan 1 tabung Brightgas (Rp100.000), meskipun dengan harga pangkalan minat serapan masyarakat terpantau rendah.

Hal ini disampikan pula oleh otoritas Pertamina bahwa sebaran komoditas saat ini tinggi namun tidak diiringi dengan peningkatan permintaan masyarakat, harapannya kedepan inflasi dari komoditas bahan bakar rumah tangga tidak perlu terjadi.

Selanjutnya dalam rangka mengendalikan inflasi di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya, diharapkan TPID kota/kabupaten lainnya dapat melakukan kegiatan serupa dalam pelaksanaan pasar murah di kota/kabupaten masing-masing di Priangan Timur,” paparnya.

(Mas)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *