Proyek pembangunan Saluran air kampung Gardu Pojok Desa Keramat Amburadul

  • Whatsapp

Kabupaten Tangerang, (Banten),Media3.id.
Proyek pembangunan Saluran air menggunakan yudit yang digadang-gadang menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan banjir atau genangan air disuatu kawasan pemukiman yang berada diwilayah kampung Gardu Pojok Rt 02, Rw 03, Desa keramat Kecamatan Pakuhaji malah menuai kecaman dari warga.

Read More

Alih-alih bukan mengatasi banjir malah sebaliknya, saat hujan turun saluran yang dibangun menggunakan yudit diatas bahu jalan malah menyebabkan genangan air. Air menggenang hingga jalanan menjadi becek hingga berhari-hari walau tidak turun hujan. Hal ini disebabkan tertutupnya saluran air oleh yudit yang sudah selesai pekerjaannya sejak tahun 2021 lalu.

Dari hasil wawancara beberapa sumber, pembangunan Saluran yudit ini sepanjang 30 meter merupakan proyek Penunjukan langsung (PL) bersumber dari Anggaran kecamatan Pakuhaji APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Tahun 2021 lalu, berlokasi dikampung gardu pojok RT 02, Rw 03 Desa keramat yang memang lokasinya berdekatan dengan laut. Namun hingga berita ini diturunkan belum diketahui berapa anggaran proyek pembangunan yudit tersebut.

Warga masyarakat yang melintas wilayah tersebut merasa tidak nyaman karena gerangan air dan becek di jalan yang tidak kunjung kering.

Tambahnya pembangunan yudit saluran air ini terkesan asal asalan karena tidak memperhatikan aspek kajian lingkungan dalam perencanaan pembangunan. Sehingga terkesan asal asalan yang penting anggaran bisa diserap tanpa mementingkan aspek manfaat yang diterima warga. Dapat dilihat kondisi pembangunan yudit ini diatas badan jalan sehingga yudit lebih tinggi dari badan jalan.

Menurut warga (wyhd inisial red), mengungkapkan sebelum ada pembangunan yudit ini jalan kering dan tidak becek, setelah dibangun yudit malah becek dan air menggenang tidak kunjung kering” tegasnya kesal kepada awak media.

“Karena kondisi yudit lebih tinggi dari bahu jalan, sehingga air yang ada di bahu jalan tidak bisa mengalir kedalam drainase, malah saat hujan keberadaan yudit ini menghambat aliran air keempang. Ada 5 rumah akses jalannya tergenang air dan becek setelah adanya pembangunan yudit saluran air ini. Saya minta jalannya diurug tinggi sejajar yudit atau dibenerin, agar tidak becek lagi, ” pintanya.

Dilain kesempatan, kepala desa Keramat Nuralam yang ditemui dikediamannya mengatakan, pembangunan yudit dikampung Gardu Pojok tersebut bukan menjadi solusi untuk menangani banjir, malah sebaliknya.

“solusi itu seharusnya air mengalir dari darat kekali, ini malah sebaliknya dari kali kedarat” ungkapnya. Diakui kepala desa memang pembangunan Saluran yudit itu merupakan pengajuan warga, bertujuan agar warga tidak tergenang air saat intensitas hujan tinggi. Namun malah sebaliknya setelah dibangun saluran yudit, akses jalan malah becek tergenang air. Karena wilayah kampung Gardu Pojok ini dekat dengan laut. Sehingga takala terjadi air laut pasang, air laut masuk kekali hingga menggenangi pemukiman warga .

“Pembangunan Saluran yudit ini bukan menjadi solusi untuk mengatasi banjir. Malah sebaliknya menjadi tambah masalah bagi warga sekitar, sehingga warga meminta yudit ditutup kembali,” tegasnya.

(dia/v)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *