Plt Walikota Cimahi Letkol (Purn) Ngatiyana, S.A.P (Tengah) didampingi Kadisnaker Yanuar Taufik (Kiri) dan Pengusaha Smartfren (Kanan)
CIMAHI, Media3.id – Upaya pemerintah Kota Cimahi dalam menanggulangi angka pengangguran di Kota Cimahi dilakukan dengan sangat serius. Untuk itu, pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Cimahi menggelar acara Rekrutmen Calon Pencari Kerja di Gedung A Pemerintahan Kota Cimahi, Selasa (12/7/2022).
Pemerintah memberikan kesempatan kepada masyarakat khususnya bagi anak-anak yang baru lulus SLTA maupun sarjana.
Plt Walikota Cimahi Ngatiyana menyampaikan; Pertama, rekrutmen calon pencari kerja ke PT. Smartfren Telecom,tbk yang langsung di seleksi dan dilanjutkan pelatihan pelatihan lalu dilanjutkan untuk langsung bekerja di PT. Smartfren dengan target 50 orang.
Dan yang kedua, rekrutmen calon tenaga kerja yang akan bekerja di PT. Sansan Saudaratex Jaya sekitar kurang lebih 300 orang yang akan dipekerjakan.
“Jumlah pengangguran di Kota Cimahi saat ini sekitar 13% kurang lebih 30 ribu orang. Untuk itu, kita akan berusaha untuk berkoordinasi dengan perusahaan yang ada di Kota Cimahi sehingga bisa menerima calon calon pekerja yang ada di Kota Cimahi” tutur Ngatiyana.

Pemerintah Kota Cimahipun sudah mengirimkan 25 pekerja ke Jepang. Dan sekitar 192 orang sudah dipekerjakan di PT. Sansan.
“Selain itu, pemerintah juga memberikan kesempatan bagi disabilitas yang akan ikut seleksi dan yang lulus yang bisa bekerja” tambah Ngatiyana.
Usai acara, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Cimahi Drs. Yanuar Taufik, MM di ruangan kerjanya menjelaskan bahwa lapangan pekerjaan yang sudah dilaksanakan oleh Disnaker melalui program internal dari tahun 2017 sampai 2021 lebih dari 7000 orang yang sudah dipekerjakan.
Selain itu, “menurut data sampai 2021 ini sudah 41.000 orang yang sudah dipekerjakan melalui UMKM, itu artinya sudah terpenuhi” lanjut Yanuar.
“Perusahaan tentunya membutuhkan pekerja yang kompeten, untuk itu Disnaker berupaya terus melalui program ini untuk menyiapkan calon pekerja supaya berkompeten untuk dipekerjakan” tambah Yanuar.

Di waktu yang sama, Teja Dahliawati, S.Sos. selaku Kepala Bidang Pelatihan Penempatan Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Kota Cimahi memaparkan bahwa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang akan bekerja sama dengan Disnaker wajib melampirkan MOU dengan perusahaan-perusahaan sehingga peserta pelatihan yang sudah diintervensi bisa langsung ditempatkan.
Teja mengatakan “Untuk saat ini, seleksi bahasa jepang, yang daftar sudah ada 204 orang, sedang yang akan diterima hanya 40 orang dan sisanya 164 orang, sehingga untuk rekrutmen kita serahkan kepada LPK, peserta mana yang memiliki minat dan berkompeten untuk ditempatkan di perusahaan-perusahaan Jepang”.
Berdasarkan evaluasi terdahulu, rekrutmen peserta melalui 2 tahap yakni seleksi administrasi dan seleksi izin dari orang tua yang bersangkutan.
“Setelah itu akan dikomunikasikan dengan BNI untuk fasilitasi pemberangkatan ke Jepangnya” lanjut Teja.
Peserta 164 yang tidak terfasilitasi akan dilakukan pelatihan online oleh Disnaker melalui aplikasi SIDAKEPTri yang bisa diakses di Google Play.
(Sinta)






