Tokoh masyarakat dan politik, dosen Nurtanio dan LAN RI Djamu Kertabudhi, JAS MERAH Jangan melupakan Sejarah
CIMAHI, Media3.id – Tokoh masyarakat dan Dosen STIE Nurtanio dan LAN RI, Djamu Kertabudhi, menanggapi Istilah “Jas Merah” pertama kali diungkapkan Presiden Soekarno dalam Pidato kenegaraan di dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 21 pada 17 Agustus 1966.
“Saat itu negara dalam keadaan genting, dengan terjadinya konflik antar anak bangsa. “Jas Merah” sebuah akronim dari “Jangan sekali-kali meninggalkan Sejarah,,” cetus Djamu.
Namun yang populer menjadi “Jangan Sekali-kali melupakan Sejarah. Rupanya merupakan spirit “Jas Merah” ini muncul di Pemkot Cimahi atas prakarsa Ngatiyana Wakil Walikota Cimahi yang berkedudukan sebagai pelaksana tugas (Plt.) Walikota Cimahi.
“Hal ini di tandai dengan apresiasi pengakuan terhadap jasa para tokoh masyarakat terhadap perjuangan yang gigih melakukan upaya perubahan status Kota Administratif Cimahi menjadi Kota Otonom Cimahi, pada momen peringatan Hari Jadi Kota Cimahi ke 21 pada 21 Juni 2022, melalui undangan VVIP pada berbagai acara kepada tokoh masyarakat pejuang yang tergabung dalam Sekretariat bersama atau SEKBER Cimahi Otonom yang merupakan gabungan LSM/Ormas,” ujar Djamu.
Namun meskipun ada tokoh masyarakat, sambung Djamu kembali, yang secara personal maupun organisasional ikut berjasa yang tidak termasuk Sekber CO ini tidak menerima undangan,” ungkap Djamu menyesalkan.
Memang berdasarkan UU No.22 Tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah, pasal 125 disebutkan bahwa Kota Administratif dapat berubah status menjadi Kota Otonom.
“Namun perubahan status ini memiliki batas waktu dua tahun dari saat UU ini ditetapkan (1999-2001). Dengan demikian apabila melewati batas waktu itu berarti perubahan status dengan sendirinya kandas,” tukasnya.
Terlebih, lanjut Dia, rencana perubahan status Kota Cimahi ini tidak mendapat perhatian Bupati dan DPRD Kab. Bandung sebagai kabupaten induknya. Karena Bupati saat itu sedang fokus melakukan sosialisasi wacana pemekaran Daerah melalui proses pembentukan Kabupaten baru di wilayah Kab. Bandung.
Maka dari itu dapat dI bayangkan bagaimana beratnya perjuangan mereka ibarat “dikejar tayang”.
“Terima kasih dan penghargaan patut di alamatkan kepada Ngatiyana sebagai Plt. Walikota Cimahi, dan ikut bergembira di alamatkan kepada Sekber CO. Smoga momentum Hari Jadi Kota Cimahi ke 21 ini dapat di jadikan tonggak sejarah yang berkelanjutan dengan penuh kebersamaan,” tandasnya.
(Bagdja)






