CIMAHI, Media3.id – Ceppy S.Mulyana pada tahun 1999 menjabat sebagai Kepala Biro Organisasi di PD X FKPPI Propinsi Jawa Barat, yang di beri mandat oleh Ketua Umum FKPPI Jawa Barat untuk mengawal pembentukan Kota Administratif (Kotif) Cimahi menjadi Kota otonom (Kotamadya) Cimahi.
Maka dari itu, Ceppy secara gamplang tahu perjalanan berdirinya Kota Cimahi yang bukan merupakan hadiah dari pemerintahan Kabupaten induk yaitu Kabupaten Bandung,
“Tapi berdirinya Kotif Cimahi menjadi Kota otonom, merupakan perjuangan masyarakat Cimahi yang di galang berbagai LSM, Ormas sekota Cimahi yang tergabung jadi satu menjadi Sekretariat Bersama (Sekber),” papar Ceppy.
Disamping itu, Ceppy-pun menegaskan pula, bahwa sosok mantan wakil Gubernur H. Soedarna TM pada saat itu, punya andil besar perjuangan membentuk Cimahi jadi Kota otonom.
“Karena menyangkut jabatannya sebagai wakil Gubernur, dukungan Pak H. Soedarna di belakang layar, dengan menggunakan tangan istrinya Hj R.Oyamah (Almh) untuk mendanai pergerakan secara non budgeter,”
Bahkan, lanjut Ceppy, yang sekarang dirinya menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat KB FKPPI 1025 Kota Cimahi.
Ceppy menandaskan, perjuangan ingin menjadi kota otonom banyak kendala dan rintangan yang terjadi, Bupati Kabupaten Bandung H. Obar Sobarna, dan Ketua DPRD pada saat itu menolak Cimahi jadi Kota Otonom,
“Memang pergerakan dilakukan oleh Sekber Kota Cimahi, namun kontak secara pertemuan-pertemuan sering dilakukan, seperti drs Daan Soeganda, selaku Ketua Sekber, Asep Taryana, Kang Ade Fatah (Alm), dokter Syaeful sering datang ke rumah dinas Wakil Gubernur Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) di Jalan Diponegoro nomor 20, untuk membahas perkembangan pergerakan pada saat itu,” tukasnya.
Itupun diakui pula oleh Ceppy, anak dari H. Soedarna pada saat itu Lucky Sugih Mauludin, masih umur 20 tahun ikut menyaksikan Hj R Oyamah membantu dana pergerakan sampai titik penghabisan.
“Bahkan tidak hanya itu saja, yang menggiring Pak Itoc sebagai Sekda Kota Bogor untuk menjabat sebagai Pejabat Sementara (PJS) di Cimahi, ya oleh Pak H Soedarna dan Hj Oyamah, dengan maksud untuk melancarkan kesuksesan Cimahi menjadi kota otonom,” bebernya.
(Bagdja).






