Kepala BPBD Kota Cimahi Asep Bachtiar
CIMAHI, Media3.id – Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, bahwa sampai akhir bulan Juni, hujan masih mengguyur, dan puhak BPBD, meminta masyarakat untuk tetap waspada dengan potensi bencana alam yang di akibatkan karena hujan deras.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cimahi, Asep Bachtiar, bahwa pihaknya tetap melakukan antisipasi dengan berbagai potensi bencana yang diakibatkan cuaca saat ini.
“Tapi walaupun posisinya masih musim hujan, kita tetap melakukan mitigasi. Kita juga pastikan logistik kebencanaan aman,” imbuh Asep, saat di hubungi via telepon selulernya, Sabtu (25/6/2022).
Selanjutnya menurut Prakiraan Stasiun Geofisika Bandung Muhamad Iid Mujtahiddin, dilihat dari prakiraan cuaca, bahwa Jawa Barat ini sudah masuk periode kemarau jatuh pada bulan Juni ini, dan puncak hujannya seharusnya sudah terlewati, dan setiap daerah berbeda-beda pula.
“Tapi ada beberapa pergeseran, ada gangguan secara lokal maupun global,” tukas Iid.
Iidpun menjelaskan, di karenakan permukaan suhu laut yang relatif hangat. Jadi kata Iid, berpengaruh terhadap potensi hujan yang kerap mengguyur wilayah Jawa Barat termasuk di Bandung Raya.p
Sesangkan penyebab globalnya adalah faktor fenomena La Nina. Yakni fenomena alam yang menyebabkan udara terasa lebih dingin atau mengalami curah hujan yang lebih tinggi.
La Nina menjadi salah satu faktor yang menyebabkan musim hujan.
“Kemudian secara globalnya ada gangguan La Nina walapun sekarang mendekati titik lemah. Kondisinya mirip dengan tahun kemarin tapi sedikit lebih banyak (lama) hujannya daripada tahun kemarin karena ada gangguan La Nina,” terang Iid.
Sementara musim kemarau, terang dia, di perkirakan baru akan masuk pada bulan Juli, Agustus dan September. Tetapi diperkirakan tidak akan ada El Nino, yaitu fenomena yang menyebabkan panas.
“Kemudian nanti Juli Agustus September gangguan relatif lebih ke musim kemarau. Kalau Juni ini masih ada potensi hujan,” imbuhnya.
(Sinta)






