Menteri Sosial Tri Rismaharini saat menegaskan upaya pemulihan (treatment) bagi keluarga korban bunuh di Sragen usai mengunjungi salah satu rumah duka keluarga korban di Desa Gondang, Minggu (16/5/2022) pagi. (Foto: Dinsos Sragen)
SRAGEN (Jawa Tengah), media3.id- Menteri Sosial , Tri Rismaharini memberikan bantuan modal pada keluarga yang suaminya gantung diri di Sragen.
Sementara itu istri korban, seorang TKW di Singapura belum bisa pulang ke Indonesia.
“Tentu treatment yang diberikan pasti berbeda. Kalau tadi kan saya harus memulangkan terlebih dahulu ibunya. Tapi kalau yang di sini, saya tinggal meningkatkan kapasitas ibunya,” ucap Menteri Sosial, Tri Rismaharini saat di kediaman keluarga korban bunuh diri, Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Minggu (15/5/2022).
Sebelumnya, Risma mengunjungi rumah keluarga korban bunuh diri di Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Treatment yang diberikan Kementerian Sosial (Kemensos) sebelumnya adalah dengan mengupayakan ibu korban bunuh diri untuk pulang dari Singapura ke Indonesia.
Namun untuk kasus kedua ini, Risma lebih memperhatikan dan meningkatkan kapasitas ibu, yang merupakan istri dari korban bunuh diri.
“Tadi sudah kita bantu untuk mulai usaha. Saya pancing bagaimana kalau usaha ini, ternyata mau. Jadi akan usaha jualan toko kelontong,” ujar Risma.
Selain itu, Kemensos juga memberikan santunan kepada keluarga korban sebesar dua juta rupiah.
Tabungan pendidikan juga diberikan kepada kedua anak korban, masing-masing mendapatkan sebesar lima juta rupiah.
Diketahui, Jumat (6/5/2022) ditemukan seorang lelaki S (34) meninggal dunia dengan cara gantung diri.

Korban ditemukan gantung diri di dapur rumahnya, Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.
Anak perempuan korban, KA (6) yang pertama kali melihat ayahnya tergantung sekira pukul 15.00 WIB.
KA langsung memanggil ibunya RH (34) dan adik laki-lakinya AR (4), yang saat itu tengah tidur di kamar.
Terkait kasus yang di Desa Gondang, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini pastikan istri sekaligus ibu korban bunuh diri di Sragen, N (34) bisa kembali ke Indonesia.
Diketahui N sudah bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Singapura.
N merupakan istri dari A (40) dan ibu dari L (5), yang mereka berdua ditemukan tewas akibat bunuh diri di rumahnya, Desa Gondang, Kecamatan Gondang, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, Jumat (6/5/2022).
A meninggalkan anak pertama perempuan berinisial V (13).
Risma juga memastikan, N akan mendapatkan pekerjaan di Balai Kemensos yang berlokasi di Solo, Jawa Tengah.
Namun, apabila N ingin membuka usaha, pihaknya akan bantu dalam hal modal.
“Kalau neneknya sudah kita bantu kemarin. Jadi begitu saya mendengar, teman-teman langsung saya perintahkan untuk memberikan bantuan,” ujar Risma.
Diketahui, nenek keluarga korban bunuh diri sudah mendapatkan modal usaha ternak lele dari Kemensos.
Selain itu, Risma juga memastikan pendidikan V akan dijamin hingga perguruan tinggi.
Risma juga mengatakan pihaknya telah menyiapkan pembentukan layanan Command Centre untuk kasus bunuh diri.
“Jadi Insyaallah nanti mudah-mudahan Rabu (1/6/2022) saya akan membuat semacam command center yang di dalamnya ada konsultasi untuk masalah penyelesaian-penyelesaian seperti ini,” ujar Risma.
Risma mengatakan, bahwa takdir itu di tangan Allah. Tetapi manusia harus berusaha.
Hal tersebutlah yang melatar belakangi pihaknya akan membuka command center untuk pengaduan-pengaduan, dengan pelayanan selama 24 jam.
Sebelumnya, pada Selasa (10/5/2022), pihak Kementerian Sosial (Kemensos) pusat telah menerjunkan tim untuk melakukan assessment (meneliti kasus).
Dalam kesempatan berdialog dengan keluarga, hadir Dirjen Kesejahteraan Anak Kemensos Kania Ekasanti dan Plt Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sragen Cosmas Edwi Yunanto. Mereka didampingi Camat Gondang Guntur Riyadi dan Ketua RW Grasak Bambang Widjo Purwanto. Mereka menemui L (11), putri sulung almarhum A.
Sang ayah bunuh diri dengan cara menjerat lehernya bersama putri bungsunya yang masih berusia lima tahun bernama Saqilla Love Afilah Sungkar pada Jumat (6/5/2022). Di rumah duka Dukuh Grasak RT 43, Gondang, L didampingi bibinya menemui para tamu. Pertemuan itu digelar secara tertutup tanpa boleh diliput para pewarta.
Sepanjang assesment, Dirjen terlihat banyak menanyai L seputar kejadian itu dan bantuan apa saja yang dibutuhkan. PLT Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sragen, Cosmas Edwi Yunanto mengatakan kedatangan tim Ditjen Resos Anak Kemensos itu dalam rangka melakukan kroscek ke keluarga pasca kejadian bunuh diri bapak anak di Grasak, Gondang.
“Karena viral kasus bunuh dirinya. Akhirnya Kemensos menerjunkan Bu Dirjen dan timnya hari ini,” paparnya di sela kunjungan.
Assesment dilakukan untuk mengetahui bagaimana penanganan psikologis L serta jaminan masa depannya. “Nanti Pemkab Sragen dan Kemensos akan mengawal bersama. Kira-kira program apa yang harus dilakukan. Sebab korban masih punya satu anak dan harus ada jaminan bagaimana kelangsungan hidupnya dan masa depannya,” urai Cosmas.
Ketua RW 43, Bambang Widjo Purwanto menyampaikan kondisi ekonomi almarhum memang tergolong tidak mampu. Hal itu ditengarai menjadi pemicu korban bunuh diri bersama anak bungsunya.
“Dulu dia tergolong mampu tapi kemudian dampak pandemi membuat ekonominya porak poranda. Anak sulungnya ini yang harus mendapat perhatian karena masih kecil dan masa depannya harus diselamatkan,” urainya.
Bambang berharap pemerintah bisa memfasilitasi kepulangan sang ibu, yang saat ini masih bekerja sebagai TKW di Singapura. Lalu menjamin penghidupan keluarga korban yang masih tersisa.
• (Shaleh Rudianto)






