PANDEGLANG (Banten), media3.id – Sungguh mencengangkan pernyataan Koordinator Administrasi Kecamatan Bojong Damat Setia, S Pd disela-sela waktu istirahat. Dihadapan pewarta berinisial (Ndg), Ia menceritakan sewaktu dirinya terakhir menjabat Kormin di Wilayah Kecamatan Bojong Tahun 2009, “Sekolah-sekolah, beres”, ujarnya sambil memperlihatkan sikap yang penuh percaya diri.
Kemudian sekarang tahun 2022, saya kembali ditugaskan menjadi Kormin di Kecamatan Bojong, sekolah menjadi acak-acakan”, ujar Damat.
Perlu diketahui, Kormin adalah suatu unit pelayanan setara UPT yang bernaung dibawah Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang Banten dan mencakup wilayah Kecamatan.
Di tempat terpisah awak media3.id mencoba untuk menemui Damat Setia Kormin Kecamatan Bojong, guna mengkonfirmasi berita tersebut.
Melalui pesan WhatsApp, Damat menanyakan kepada awak media3.id
dari mana informasi tersebut di dapat.
“Dulu saya melaksanakan tugas, sekarang juga melaksanakan tugas”, tulis Damat dalam WhatsApp nya.
“Oh.. yg saya tau sekolah di Bojong banyak yg harus diperbaiki karena termakan usia,,,dan sudah diusulkan ke pihak terkait untuk mendapat bantuan rehabilitasi atau perbaikan sarana”, papar Damat.
Awak media3.id mencoba menghubungi Kormin yang dulu menjabat di Kecamatan Bojong salah satunya Ade Sutisna.
Kepada awak media3.id, Ade menuturkan Bahwa berarti UPT, Korwil, atau Kormin yang pernah menjabat di Kecamatan Bojong selama ini, ternyata memberi andil terhadap acak-acakannya sekolah di Kecamatan Bojong, seperti yang disampaikan Damat Setia, S.Pd,” ketus Ade yang terakhir menjabat sebagai Kormin Kecamatan Bojong 2022 sebelum dimutasi menjadi Kormin Cipeucang dan digantikan dengan Damat Setia.
Di lain kesempatan, penelusuran awak media3.id, mencatat beberapa nama pejabat yang pernah menjabat di Dinas Pendidikan kecamatan Bojong dalam kurun waktu 2009 sesuai yang disebutkan sumber, diantaranya , H Haerul (Sudah purna), pernah mencalonkan diri jadi Anggota legislatif, Yadi Pribadi Camat Bojong sekarang, Hasyim (kini menjabat sebagai Sekmat Munjul), dan Ade Sutisna Kormin Cipeucang.
Ade pun memaparkan bahwa nama-nama tersebut tercatat sebagai pegawai yang berdedikasi tinggi dan memiliki loyalitas yang luar biasa. Namun berdasarkan keterangan dari Damat, kenyataan dilapangan malahan sebaliknya, seolah ikut andil mengacak-acak sekolah-sekolah diwilayah Kecamatan Bojong
Kepada media, Ade mengaku merasa prihatin dengan kondisi ini. Ia berharap agar pemerintah, perlu mengevaluasi kembali setiap kebijakan-kebijakan yg diterapkan, agar lingkungan kerja sesuai dengan apa diharapkan guna meningkatkan layanan pendidikan yang bermutu, harap Ade. (Anan)






