Lonjakan Terpapar Covid-19 Disekolah Cimahi Makin Bertambah Setelah PTM 100%

  • Whatsapp

CIMAHI (Jawa Barat), media3.id – Lonjakan yang terpapar Covid-19 di Sekolah SD dan SMP di Kota Cimahi makin bertambah, hal itu terkait Pembelajaran Tatap Muka (PTM) 100% yang lalu.

Hal itu tidak disangkal oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi Harjono, saat dikonfirmasi diruangan kerjanya, Kantor Dinas Pendidikan Pemerintahan Kota Cimahi Jalan Rd Demang Hardjakusumah nomor 1 Cimahi Utara, Selasa (15/2/2022).

Read More

Menurut Harjono pihaknya baru mendapat kabar dari stafnya dengan adanya penambahan siswa dan gurunya yang terpapar Covid-19,

“Ternyata pada hari ini yang terpapar positif Covid-19 ada di 12 SD, sebanyak 31 siswa yang terkonfirmasi positif, gurunya ada 4 orang yang tersebar di 4 SD,” ujar Harjono.

Sedangkan untuk siswa dan guru SMP dari kemarin Senin 14 Februari 2022, ada 38 yang terkonfirmasi positif Covid-19,

“Yang tersebar di 10 SMP, sedangkan gurunya ada 8 yang tersebar di 7 SMP, untuk PAUD itu siswanya 3 orang, dan gurunya dua orang,” jelasnya.

Namun kata Harjono kembali, pada hari ini pihaknya menerima laporan,

“Untuk SMP 10 dari hasil SWAB kemarin, PC-AR yang tadinya satu guru yang terpapar positif Covid-19, sekarang sudah menular ke 9 orang kepada siswa dan 1 guru, artinya terdapat 10 dari 62 sample atau positif retnya hampir 10%, barusan satu lagi tambahan dari SD Sukamaju Mandiri 1, positif juga tadinya dua sekarang tambah lagi 1,” terangnya.

Secara total keselurahan yang terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan keterangan Harjono, dari SD yang terkonfirmasi positif ada 32 Siswa, sedangkan gurunya ada 4 guru,

“Sedangkan untuk SMP, dari 38 ditambah 9 menjadi 47, gurunya dari 8 guru menjadi 9 guru,” jelasnya.

Selanjutnya kata Harjono, data yang terkonfirmasi Covid-19 tersebut dari hasil tracing pada PTM masih berjalan,

“BDR baru dilaksanakan oada hari Senin (14/2/2022) dan mereka kenanya pada waktu PTM yang 50% kemarin, jadi mereka ketemu itu pada PTM 100% dan ada beberapa orang mereka terpapar dari keluarganya, kemudian masuk pada saat PTM 50% masih masuk kesekolah, baru diketahui positif, waktu di tracing di Dinas Kesehatan itu, berapa banyak orang yang kontak erat dengan yang positif, setelah ada yang kontak dengan dia, maka satu kelas, dan ini hasil dari tracing SMP 10 bagi siswanya akan dilakukan tracing kembali,” pungkas Harjono. (Sinta/bs).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *