21 Ribu Liter Minyak Goreng Tersedia Dalam Operasi Pasar Di Tiga Kecamatan Kota Cimahi

  • Whatsapp

CIMAHI (Jawa Barat), media3.id – Sebagai mana janji Plt Walikota Cimahi Ngatiyana, saat melakukan Inspeksi Mendadak (Insdak) ke Toko-toko Modern seperti Borma di Jalan Leuwigajah Cimahi, Senin 7 Februari 2022.

Diakui oleh Ngatiyana, kekosongan stock minyak goreng di tiap-tiap toko modern tersebut, akhirnya Ngatiyana berjanji Kamis 10 Februari 2022 pihaknya mengintruksikan pihak Dinas Perdagangan, Koperasi dan Industri (Disdagkoperind) Kota Cimahi menggelar Operasi Pasar di 3 titik yaitu di Kecamatan Cimahi Selatan, Tengah dan Utara.

Read More

Hal itu di laksanakan oleh pihak Pemerintahan Kota Cimahi hanya di dua Kecamatan saja, antara lain di Kecamatan Cimahi Selatan dan Cimahi Tengah saja, juga Operasi Pasar tersebut digelar hanya 1 hari saja.

Itupun di akui oleh Kepala Dinas Disdagkoperin Dadan Darmawan, saat dikonfirmasi di Kecamatan Cimahi Selatan.

Menurut Dadan alasan Operasi Pasar di Cimahi Utara tidak digelar dan dipindahkan ke Cimahi Selatan, lahan Kantor Kecamatan Cimahi Utara tidak memadai menggelar unjuk Operasi Pasar tersebut, dan untuk menghindari kerumunan masyarakat. Kamis (10/2/2022).

“Seperti yang disampaikan oleh Bapak Plt Walikota Ngatiyana beberapa waktu yang lalu, menyikapi masalah minyak goreng maka kami melakukan operasi pasar minyak goreng yang berkoordinasi dengan Bulog wilayah Bandung,” terang Dadan.

Dengan adanya kerjasama antara Disdagkoperind Kota Cimahi dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) wilayah Bandung, diakui oleh Dadan dapat berjalan dengan lancar,

“Alhamdulillah dari atas kerjasamanya dengan Bulog, kami dari Kota Cimahi mendapatkan minyak goreng sebanyak 21 ribu liter, yang akan didistribusikan ke tiga Kecamatan untuk meminimalisir kerumunan,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan Dadan pula, bahwa pihaknya sudah mendistribusikan minyak goreng tersebut ketiga Kecamatan.

“Namun untuk Kecamatan Cimahi Utara yang kebetulan lokasinya atau pes ruangnya relatif lebih sempit, barang kali, dibandingkan dengan Kecamatan yang lain, kebetulan disana juga ada pelayanan puskesmas, maka untuk mengantisipasi masalah itu, tidak dilakukan di Cimahi Utara, tapi digeser ke Kecamatan CImahi Selatan,” ujar Dadan.

Maka lanjut Dadan, untuk masyarakat dari Cimahi Utara, yang memerlukan minyak goreng dapat dibeli di Kecamatan Cimahi Selatan dengan harga Rp 14.000/liter.

Kepala Bulog wilayah Bandung Yuliani Alzam (kiri) pihaknya mengakui telah mendrop minyak goreng sebanyak 21 ribu liter.

“Bila masyarakat dari Cimahi Utara ada yang membutuhkan minyak goreng, dapat membeli ke Operasi Pasar di Kecamatan Cimahi Selatan,” papar Dadan.

Hal senada pula diungkapkan oleh Kepala Bulog Wilayah Bandung Yuliani Alzam, pihaknya telah memberikan stock minyak goreng ke Cimahi sebanyak 21 ribu liter minyak goreng.

“Kami telah mendrop minyak goreng ke CImahi sebanyak 21 ribu liter, jadi untuk satu orang tersebut akan mendapatkan maksimal 4 liter minyak goreng,” jelas Yuli.

Namun kata Yuli dikarenakan angka Covid-19 sedang naik,

“Dengan naiknya angka Covid-19, maka oleh Indag disusun jangan sampai ada kerumunan, maka masyarakat dapat menitipkan ke RW-RW setempat, nanti dari RW ke Kelurahan, barulah pihak Kecamatan akan mengelola disini dari perwakilan kelurahan tersebut, dengan harga Rp 14.000/liter dengan kemasannya premium,”
paparnya.

Tidak hanya minyak goreng saja oleh pihak bulog yang dijual ke masyarakat Kota Cimahi, bahkan beraspun di jual pula bila ada masyarakat yang membutuhkan dengan perkarungnya sebanyak 5 kg. (Sinta/bs).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *