KBB (Jawa Barat), media3.id – Berdasarkan keterangan Kepala Desa Sukajaya Asep Cahya mengatakan, bahwa di wilayahnya yang menerima beras adanya Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang mengadu atau komplain ihwal adanya komoditi beras dari BPNT yang tidak layak konsumsi.
“Dari awal sampai hari ini ngga ada yang komplain (mengenai komoditi BPNT),”Tegas Asep.
KPM merupakan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Sukajaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat merasa puas pasalnya komoditi yang disediakan di E-Warong layak untuk konsumsi.
Bahkan, menurut salah seorang KPM Kampung Baru nagri RT.02/11 Desa Sukajaya Iis mengungkapkan ditengah mahalnya sembako telah membantu dirinya dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.
Iis mengungkapkan, dari sejumlah komoditi yang didapatnya semua dalam keadaan layak konsumsi, termasuk beras sebagai bahan pokok utama pangan.
“Alhamdulilah kualitas berasnya bagus pulen dan udah dimasak. Ngga seperti beras raskin. Ngga ada yang komplen ngga ada yang bilang bau,” paparnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Siti wulan KPM dari RT.03/04 Kampung Pamecelan, menurutnya beras yang diterimanya berkualitas baik.

“Alhamdulilah ya, berasnya bagus, dimasaknya pulen dan tidak kuning,”Ujarnya.
Begitu juga warga Pasar Kemis Desa Sukajaya Nurhayati mengatakan, beras yang didapatnya juga bagus bahkan teman-teman yang mendapatkan bantuan serupa tidak ada yang komplain.
“Berasnya bagus, dimasaknya pulen dan teman-teman saya juga mengatakan seperti itu katanya bagus,” terang Nurhayati.
Wina Cahyani Warga RT 04/06 Kampung Pamecelan Desa Sukajaya, dalam video yang beredar bahwa dirinya mengakui bahwa beras yang diterimanya bagus, dalam video tersebut Wina memperlihatkan beras yang putih dan tidak berdebu.
Sementara itu, dalam penyaluran awal tahun 2022 ini, tidak ada KPM yang datang kepada agen BNI untuk komplain mengenai kualitas Komoditi.
Seperti yang diungkapkan oleh Agen BNI Tini Supartini Kampung Pamecelan, Selama ini tidak ada yang komplain, bahkan menurutnya sebelum beras di salurkan ada pengecekan kualitas terlebih dahulu.
“Masalah beras ngga ada yang komplain, sebelum di salurkan di cek Kualitas beras dulu, kalau di cek bagus baru disalurkan kalau jelek minta ganti,”Ucapnya.
Begitu juga yang diungkapkan oleh Enah Nurhayati E Warong Kampung Pasar Kemis Sukajaya Lembang. Enah mengatakan kualitas beras yang disalurkan adalah beras yang baik.
“Jika datang beras yang jelek pasti di tolak dan minta yang bagus, beras di buka dulu, kalau ini bagus layak konsumsi baru diterima sama agen,” beber Enah. (Bagdja)






