DBD Meningkat Di Cimahi, Warga Dihimbau Waspada dan Ikut Basmi Jentik Nyamuk

  • Whatsapp

CIMAHI (Jawa Barat), media3.id – Dalam musim penghujan saat ini, kasus Demam Berdarah Dangue makin meningkat, seoerti apa yang diintegrasikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi drg. Pratiwi, pihaknya meminta masyarakat lebih waspada terhadap kasus Demam Berdarah Dangue (DBD). Sebab, kasus warga yang terkonfirmasi positif DBD di Kota Cimahi mengalami kenaikan.

Kasus DBD di Kota Cimahi mengalami peningkatan dalam sebulan terakhir. Terkini total ada 161 orang yang terjangkit DBD sejak awal tahun 2021. Sebanyak 18 orang di antaranya meninggal dunia.

Read More

“Untuk totalnya ada 161 kasus sejak Januari. Kemudian yang meninggal bulan ini aja ada 4 orang,” terang Pratiwi dikantornya, Kamis (9/12/2021).

Untuk melakukan pencegahan, Pratiwi mengimbau masyarakat untuk melakukan PSN di rumah dan lingkungannya masing-masing.

Sebab, disaat musim penghujan ini jentik nyamuk aedes aegypty akan lebih berkembangbiak di berbagai tempat yang terdapat genangan air.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi Drg Pratiwi, M.Kes (Atas) Petugas Kesehatan dari Dinkes sedang melakukan fogging untuk basmi jentik-jentik nyamuk DBD.(Bawah)

“Kemudian kalau sudah merasakan gejala DBD seperti demam, jangan ragu untuk membawanya ke fasilitas kesehatan seperti Puskesmas,” ucap Pratiwi.

Kepala Seksi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Penularan Romi Abdurrahman menambahkan dengan meningkatnya tren DBD ditengah curah hujan yang meningkat, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap waspada. Apalagi, Kota Cimahi merupakan daerah endemis DBD, yang artinya selalu ada temuan setiap tahunnya.

Pencegahan, kata dia, bisa dilakukan oleh masyarakat dimulai dari rumah dan lingkungan masing-masing. Masyarakat bisa melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan
menjalankan Gerakan 1 Rumah 1 Jumantik, yang bertugas untuk melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) di rumahnya masing-masing.

Jentik nyamuk biasanya berkembangbiak dalam genangan-genangan air. Menurutnya, jika masyarakat menjalankan PSN di rumahnya masing-masing, seperti tidak membiarkan adanya genangan air, kasus DBD pun bisa dicegah.

“Bukan cuma rumah, tapi juga di halaman sekitar rumah. Soalnya saat ini kalau bukan kita sendiri (melakukan PSN), enggak akan ada yang meriksa. Jadi periksa jentik di rumah sendiri,” imbuh Romi.

Sementara untuk fogging, lanjutnya, akan dilakukan setelah adanya laporan kasus yang ditindaklanjuti dengan assment. Fogging sendiri hanya ampih untuk membunuh nyamuk dewasa.

“Untuk fogging eketif untuk membunuh nyamuk dewasa, tapi jentik dan telur nyamuk harus dengan PSN dan sebagainya,” sarannya. (Sinta/BS).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *