KARAWANG, Media3.id – Ketua Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) desa Makmurjaya, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang diduga malas bekerja dan lebih mementingkan kepentingan pribadi diripada melaksanakan tugas sebagai ketua BPD Rabu (20/10/21).
Disampaikan wakil ketua BPD Makmurjaya, Ahmad Sudarso mengatakan bahwa ketuanya kurang aktif karena saat diberitahu akan ada monev dari kecamatan Jayakerta soal pembangunan drainase yang bersumber dari bantuan provinsi jawa barat, ketua BPD tersebut malah tidak respon dan memilih kesawah.
“ketuanya kurang aktif, dia kesawah saja kemaren diajak monev tapi dianya enggak mau, alasannya lelah habis dari sawah” kata Sudarso yang menjabat wakil ketua BPD Makmurjaya, Selasa (19/08/21).
Namun demikian kata Sudarso, ketua BPD yang dijabat oleh Ismail ini saat menerima uang yang bersumber dari bantuan provinsi tersebut paling besar bila dibandingkan anggotanya walaupun ketua BPD jarang aktif.
“tapi honor dari band gub (bantuan gubernur) paling besar” ucapnya.
Uang yang dileruntukan untuk BPD sebesar 5 juta dibagi 7 orang dengan rincian Ketua sekertaris dan bendahara masing-masing kebagian satu juta, sedangkan anggota kebagian 600 ribu.
“ketua sejuta, wakil, bendahara, sisanya 600 ribu buat anggota” Pungkasnya.
Laporan: Dmn Hr






