Proyek Stadion Sangkuriang Mundur Proses Lelangnya Karena Kehati-Hatian Anggaran Banprop

  • Whatsapp

Anggota Komisi III DPRD Kota Cimahi H Enang Sahri Lukmansyah terkait Proyek Pembangunan Stadion Sangkuriang karena lambat falam pelelangannya, harus dengan cara multi years

CIMAHI, MEDIA3.ID – Proyek untuk pembangunan Stadion Sangkuriang yang yang mundur satu bulan untuk dilakukan pelelangan sebesar 273 Milyar, merupakan kehati-hatian pihak DPRD Komisi III dan pihak Pemerintah Kota Cimahi.

Itu dibuktikan dari pihak komisi III yang terdiri dari Ketua Yus Rusnaya, anggota H Enang Sahri Lukmansyah, H Asep Rukmansyah, H Nabsun, Aida Cakrawati, memanggil Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disbudparpora) Budi Rahardja, Kepala ULP yang dirubah menjadi PPJ Iyun, Kepala Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD) drg Chanifah Listyarini, dan Dinas Pekerjaan umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Made Wardhana diruang Komisi III, DPRD Kota Cimahi, Senin (13/9/2021).

Komisi III dan Disbudparpora membahas terkait pembangunan Stadion Sangkuriang yang terhambat dalam pelelangannya.

Itupun diakui oleh Enang, saat usai acara pertemuan tersebut, pihaknya menjelaskan, bahwa dalam Pembangunan stadion Sangkuriang itu, dari pihak Legeslatif dan eksekutif ada sedikit kekhawatiran dan kehati-hatian dalam pelaksanaannya.

“Komisi III agak sedikit was-was terkait proyek Sangkuriang yang tidak terlaksana, maka dari itu kami mengundang dinas-dinas terkait seperti Disbudparpora, dinas Unit Pelayanan Lelang (ULP) yang sekarang jadi PPJ, Dinas Asset, dan Dinas PUPR, untuk disinkronkan,” Jelas Enang.

Karena kata Enang, pihak komisi III dan dinas terkait telah membahas bagaimana agar dalam proses pelelangan tersebut dapat berjalan dengan baik.

Kepala Disbudparpora Kota Cimahi Budi Raharja mengakui bahwa proyek stadion Sangkuriang mundur satu bulan karena kehati-hatian nya menggunakan anggaran Banprop.

“Lelang Sangkuriang dibulan ini harus segera tayang, jadi di Agustus akhir atau dipertengahan bulan September, harus sudah ada pemenangnya,”

Yang dikhawatirkan oleh Enang kalau proyek lelang tersebut mengalami kegagalan, dikarenakan waktunya sangat mepet dan sulit,

“Kalau didalam satu tahun anggaran, cara penanggulangannya kitapun ada dua opsi, opsi pertama tahun anggaran, tapi kelihatannya proses lelangnya agak lambat dan beresiko karena tidak mungkin dapat terselesaikan, maka yang kita ambil tahun jamak atau multi years,” saran Enang.

Tapi lanjut Enang, dengan multi years pun harus ada kepastian dari Pemerintah Propinsi Jawa Barat,

“Karena ini terkait dari bantuan Jawa Barat, maka bagaimana posisi anggaran yang 110 Milyar dan pada tahun 2022 dikucurkan lagi anggaran sebesar 163 Milyar, dan totalnya 273 Milyar,”

Jadi kata Enang, bila dari pihak Pemprov Jabar sudah ada kepastian multi years, walaupun ada juga beresiko dengan estimasi harga ditahun 2022.

“Tapi itukan salah satu yang harus disepakati dalam kontrak bila sudah ada pemenangnya,”

Begitu pula diungkapkan oleh Kepala Disbudparpora Kota Cimahi Budi Rahardja, bahwa proyek pembangunan stadion Sangkuriang diaui Budi sudah mundur satu bulan,

“Karena dengan mundurnya selama satu bulan, dikarenakan kehati-hatian kami, dari arahan dari pihak komisi jangan sampai ada kesalahan, karena proyek Sangkuriang ini adalah proyek besar,” ulas Budi.

“Insyaallah dalam minggu-minggu ini targetnya proses lelang akan ditayangkan, dalam termin pertama ditahun 2021 ini, saya mohon do’a kepada masyarakat semoga proyek ini dapat berjalan lancar,”.

“Proses lelang tersebut, sekitar 40 harian mudah-mudahan tidak gagal dan ada pemenangnya, dan masa sanggahnya dalam seminggu atau delapan hari, semoga dibulan Oktober sudah dimulai, karena DPRD sangat khawatir dalam waktu yang tersisa apakah dapat diselesaikan atau tidak, karena anggaran ini bersumber dari Propinsi Jawa Barat, dan dalam tahap kedua juga akan dibantu oleh propinsi, jadi yang dikhawatirkan tahap dua mengajukan, tetapi tahap satu belum selesai,” imbuhnya.

(Sinta/Bagdja).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *