Tasikmalaya, Media3.id – Sindikat perdagangan manusia lintas daerah Polres Tasikmalaya berhasil mengagalkan dan menangkap empat pelakunya di beberapa tempat yang berbeda.
Empat orang pelaku salah satunya berjenis kelamin perempuan. Para pelaku, ini berinisial KM (22) warga Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, LK (22) warga Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya, AR (28) warga Kabupaten Sukabumi, dan SL (21) warga Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya.
Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Hario Prasetyo dalam konfrensi persnya menyampaikan pihaknya telah mengungkap sindikat perdagangan orang dari laporan seorang ibu bernama Yuli (40) warga Ciledug Desa dan Kecamatan Tanjungjaya Kabupaten Tasikmalaya, Rabu(11/8/2021)
Pada saat itu, kata dia, Korban Yuli, melaporkan telah kehilangan anaknya berinisial RR (14) yang dibawa oleh seorang perempuan bernama Seli, maka kami melakukan penyelidikan dan pengembangan kejadian tersebut
“Dari hasil penyelidikan dan pengembangan posisi RR berada di Bogor, tim kami langsung bergerak ke bogor dan pada saat di bogor RR sedang bersama Seli dan 3 orang lelaki yang diduga sebagai anggota sindikat kami tangkap,” katanya
Tak hanya itu, Kami juga telah menemukan 6 orang korban perdagangan orang untuk dipekerjakan sebagai wanita penghibur. Ke enam orang tersebut masih usia belia, antara 22 sampai 25 tahun.
Para mereka berasal dari berbagai kota di jawa Barat yakni Cianjur, Sukabumi dan Bandung Barat. Mereka dipekerjakan sebagai wanita penghibur dengan tarif Rp. 300 ribu untuk sekali kencan.
“Empat tersangka ini kami amankan beserta 6 korban ke Mapolres Tasikmalaya untuk pemeriksaan lebih lanjut, ” ungkapnya
Sementara, itu ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto menyampaikan sangat mengapresiasi kinerja kepolisian Polres Tasikmalaya yang telah berhasil mengungkap sindikat perdagangan orang dengan cepat,” ujarnya
Menurut Ato Rinanto, sejak awal hilangnya RR, kami terus berupaya mendampingi orang tua korban dalam sindikat perdagangan orang untuk kepentingan seks,” ucapnya
“Saya apresiasi langkah kinerja kepoisian telah berhasil mengungkap para pelakunya, dan disini peran orang tua sangat penting dalam mendidik anaknya dimasa usia yang masih remaja,” paparnya.
(Mas)






