Penipuan Mengaku Anggota Polisi, Meraup Uang Ratusan Juta

  • Whatsapp

Sleman, Media3.id – Dengan mengaku sebagai anggota polisi, pria berinisial HB (32) berhasil menipu dan meraup uang ratusan juta dari mantan pramugari berinisial FR (29) asal Kapanewon Ngaglik, Sleman.

Aksi pelaku pun berakhir, kini, warga Sewon, Bantul itu harus mendekam di sel tahanan Polres Sleman setelah ditangkap petugas.

Demikian diungkapkan Kasat Reskrim Polres Sleman, AKP Deni Irwansyah didampingi Kanit IV Tipidkor Satreskrim Polres Sleman Iptu Apfriyadi Pratama STrK MM.

“Penangkapan dilakukan setelah adanya laporan korban, yang kehilangan Rp 108 juta akibat ulah pelaku. Penipuan diawali saat HB chat korban melalui WhatsApp untuk berkenalan pada Desember 2020” ujar Deni.

Kepada korban, tersangka saat itu mengatakan jika ia adalah anggota Polri yang berdinas di Polsek Gondokusuman.

Komunikasi pun semakin intens dilakukan dan agar meyakinkan korban, tersangka memasang foto saat dirinya mengenakan kaos bertuliskan polisi, dan masker berlogo TNI dan Polri.

Di beberapa foto, tersangka juga memegang senjata api, setelah diselidiki diketahui bahwa senjata itu dia pinjam dari petugas yang mengawal pada saat HB bekerja di sebuah bank.

Korban semakin percara bahwa HB adalah anggota polri, keduanya pun beberapa kali bertemu hingga akhirnya pada awal Maret 2021, HB mulai berani meminjam uang kepada korban. Tersangka berdalih, uang tersebut untuk mengembangkan rental mobil miliknya.

Agar korban tidak curiga, tersangka memberikan jaminan berupa 4 unit mobil berbagai merek yang diakui miliknya.

“Alasannya untuk mengembangkan bisnis rental mobilnya. Pelaku bahkan ia memberi jaminan berupa empat unit mobil yang diakui miliknya kepada korban,” terangnya.

Karena korban mempercayai bujuk rayu tersebut, dia meminjankan uang secara bertahap melalui transfer bank, hingga nominalnya mencapai Rp 108 juta.
“Namun setelah uang ditransfer, pelaku sudah sulit untuk dihubungi,” imbuhnya.

Akibat susah untuk dihubungi, korban langsung mendatangi Polsek Gondokusuman, Kota Jogja, untuk mencari keberadaannya.

Sesampainya di sana, ia terkejut bila ternyata pelaku bukan personel kepolisian.


(Suharso)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *