Tambah Bed Dan Tenaga Kesehatan Dari Mahasiswa Kedokteran Semester Akhir

  • Whatsapp

Surakarta, Media3.id- BOR (Bed Occupancy Rate) rumah sakit ditambah 40 persen minimal untuk isolasi Covid-19 sebagai langkah konversi dan penambahan. Selain itu juga harus dibuat rumah sakit darurat sebagai satu alternatif. Solo sudah punya, Semarang, Kendal dan Banyumas juga sudah punya. Area berbahaya lain seperti Kudus, Jepara, Grobogan dan lainnya juga harus segera membuat rumah sakit darurat.

Hal itu dikemukakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat mengecek rumah sakit darurat di Benteng Vastenburg Solo bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, Rabu (30/6) pagi.

“Saya sudah terus berkoordinasi dengan organisasi profesi seperti IDI, PPNI dan Persi. Semuanya siap untuk membantu.
Tapi rasa-rasanya tetap kurang. Maka saya usulkan kerjasama dengan perguruan tinggi. Mahasiswa yang sudah semester akhir bisa didorong untuk membantu. Tidak harus menangani Covid-19, tapi menangani pasien umum lainnya,” jelasnya.

Bersamaan itu, Danrem 074/Warastratama Surakarta, Kolonel Inf Dedy Suryadi mengatakan rumah sakit darurat di Benteng Vastenburg Solo memiliki kapasitas 80 tempat tidur. “Saat ini, rumah sakit darurat tersebut merawat 51 pasien. Ada 51 yang kami rawat, total kapasitas di sini 80 tempat tidur, jadi masih ada 30 an tempat tidur. Tadi juga kami sampaikan ke pak Gubernur perihal suplai oksigen agar penanganan pasien yang sedang dan berat bisa kami laksanakan di sini. Jadi tidak perlu ke rumah sakit,” kata Dedy.

Selanjutnya, dari lokasi rumkitlap, Ganjar Pranowo dan Gibran Rakabuming Raka lantas meninjau pelaksanaan vaksinasi massal bagi mitra pengemudi Grab se Surakarta.•

(Shaleh Rudiyanto)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *