Pemkot Izinkan Berjualan, Pedagang Non Esensial Pasar Banjar Merasa Lega

  • Whatsapp

Rani, salah satu pedagang baju yang masuk ke sektor non esensial di Pasar Kota Banjar kini bisa berjualan kembali setelah diberi izin oleh Pemkot, Sabtu (17/07/2021). Foto: Iman

BANJAR, Media3.id – Pedagang pasar non essential dan non kritikal di Kota Banjar mulai dibuka kembali kiosnya. Beberapa toko pun yang berada di kawasan pusat perkotaan Banjar, Sabtu (17/7/2021).

Pedagang pakaian, sepatu, dan mainan sudah kembali melakukan kegiatan perdagangannya walau situasi di Pasar Banjar sendiri cenderung sepi masih sepi.

Seorang pedagang mainan di Pasar Banjar, Azat, mengaku sampai siang ini omzet jualannya baru mendapat Rp25 ribu saja. Itu pun hanya cukup untuk operasional selama berjualan saja.

“Belum dapat penghasilan yang bisa dibawa ke rumah, karena memang sejak PPKM darurat, situasi di pasar sepi,” ungkapnya.

Selain itu, Rani, pemilik Toko pakaian di Pasar Banjar juga menyampaikan hal yang senada. Menurutnya, sejak ada pemberlakuan PPKM darurat, omzet jualannya 80% menurun drastis sehingga terpaksa dia mengurangi jumlah karyawannya untuk menekan biaya operasional.

“Saya ucapkan banyak terima kasih atas kebijakan pemerintah yang telah memberi kami kelonggaran untuk tetap mencari nafkah. Setidaknya, saat ini kita harus tetap berikhtiar dan disesuaikan dengan aturan pengetatan prokes,” ucapnya.

Rani menceritakan bahwa pada aksi Jumat kemarin dirinya bersama beberapa pedagang di sektor non essential turut mengikuti audensi dengan Wali Kota Banjar, Hj Ade Uu Sukaesih.

“Kemarin kami sudah diminta masuk ke dalam kantor Setda tapi tak lama kemudian saya di suruh keluar lagi karena ternyata sudah ada perwakilan yang bertemu dengan Wali Kota di Pendopo,” kisahnya.

Ternyata, lanjut Rani, perwakilan dari paguyuban Pasar telah bertemu dengan Wali Kota dan akhirnya menghasilkan kebijakan bagi pedagang pasar untuk bisa berjualan kembali dari pukul 08.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB dengan syarat jangan sampai menimbulkan berkerumun dan menyiapkan sarana protokol kesehatan seperti handsanistizer dan sarana cuci tangan dengan air yang mengalir.

“Tuntutan kami juga tidak muluk-muluk sih hanya ingin tetap diberi kesempatan untuk berjualan demi menjemput rezeki sebagai salah satu langkah ikhtiar di masa Pandemi, jangan sampai ditutup total,” katanya.

Beliau juga menuturkan bahwa seluruh pedagang pasar non essential semalam melaksanakan rapat agar pedagang menyiapkan sarana prokes dan disiplin dalam mengenakan masker serta memberi edukasi kepada pengunjung pasar agar tidak menimbulkan kerumunan.

“Sekarang kami tenang menjalankan usaha karena sebelumnya kan saat ada instruksi penutupan kita tidak diberi pemberitahuan terlebih dahulu sehingga kita cukup kaget juga,” imbuhnya.

Rani berharap, dengan kebijakan kelonggaran bagi pedagang non essential dapat membantu para pedagang tetap bisa menjalankan roda perekonomian sebagai salah satu ikhtiar untuk menjemput rezeki.

(Iman)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *