mobil dinas pertanian kota Banjar sedang mengantarkan hydroponik ke salah satu oknum pejabat Kota Banjar.
BANJAR, Media3.id – Masih ingat (RS) mantan menteri era pemerintahan sebelumnya yang sempat viral karena diduga membawa pulang peralatan rumah tangga seperti panci, ketel dll. Salah satunya di Kota Banjar ada oknum pejabat Kota Banjar yang diduga meminta barang dan hewan. Jika disamakan tidak jauh juga dengan tingkah lakunya seperti itu.
Tak kalah memalukan juga diduga dilakukan oleh oknum pejabat dilingkungan pemerintahan kota Banjar. Sekalipun dirinya menjabat sebagai sekertaris daerah, jabatan karier tertinggi bagi seorang PNS, namun mental peminta mintanya tak mau kalah dengan para oknum pejabat minta minta.
Hal ini terkuak setelah awak Media3 melakukan investigasi dilapangan. Diketahui tepat pada hari Jum’at tanggal 16 Juli 2021 sekira pukul 15.45 tampak mobil berplat merah membawa barang ( hydroponik ) yang diambil dari salah satu OPD melintas dilingkungan Sumanding Kulon masuk ke dalam gang yang diduga jalan masuk menuju ke rumah oknum pejabat tersebut.

Bahkan menurut informasi yang diperoleh awak Media3 dilapangan, perilaku Oknum Sekda yang meminta pasilitas dari orang-orang dinas itu tidak kali ini saja terjadi, sebelumnya menurut beberapa sumber yang namanya enggan disebutkan, oknum pejabat yang tak punya rasa malu ini, pernah meminta ayam hias dengan kandangnya ditambah madu dan obat2anya, bahkan masih menurut sumber yang sama, beberapa pekan sebelumnya minta dikirim ikan hias dengan pakannya. ” Saya sebetulnya enggan untuk menceritakan kronologisnya, karena bagaimanapun beliau itu kan seorang pejabat. Tapi memang seperti itulah.” Ujar seorang sumber enggan menceritakan kronologis jelasnya pada awak Media3.
Ketika hal ini dikonfirmasikan kepada oknum sekda tersebut dirinya menjawab bahwa barang yang dikirim kerumah milik pribadinya itu hanya pinjam.
” Awalnya saya ngobrol dengan pak Kadistan belajar bertani hidroponik, memanfaatkan air dari kolam,terus pak kadistan memberikan pinjam pakai alat. Tapi hari sabtu saya telepon pak Kadisnya saya tidak jadi pinjam karena terlalu besar, jadi tolong diambil lagi ” ujar oknum pejabat menjawab konfirmasi via WhatsApp.

Sementara informasi yang didapat barang tersebut hydroponik sudah diambil lagi oleh dinas terkait dari rumah oknum pejabat tersebut.
Terpisah pihak dinas pertanian membenarkan bahwa adanya permintaan pinjam pakai dari pejabat tersebut, untuk belajar bertani hydroponik. Padahal barang tersebut bantuan dari provinsi untuk dinas pertanian. Namun karna diketahui awak Media3. Meminta diambil dari rumah pejabat tersebut dengan alasan terlalu besar.
(Bring)






