Suherman saksi mata saat menjelaskan kronologinya.
Banjar, Media3.id – Diduga mengalami depresi, seorang pria inisial AR (39) warga Cimenyan 1, Kelurahan Mekarsari Kecamatan Banjar, Kota Banjar. nekat mengakhiri hidupnya dengan cara menabrakan diri. Minggu dini hari, (4/7/2021).
Menurut Saksi mata Suherman (30) penjaga pintu perlintasan kereta api Korban berlari ke perlintasan rel kereta api, tak lama kemudian kereta api Turangga Surabaya Bandung melintas dan terdengar suara semboyan 35 klakson panjang pertanda minta perhatian. Saksi mata sempat berpikir adanya yang tertabrak, selang beberapa menit Saksi mata mendapat informasi dari stasiun untuk mengecek ke TKP.
“Saya sempat melarang korban masuk ke rel kereta api dengan menarik korban, namun tidak bisa ditahan karna meronta dan melawan, akhirnya pergi ke arah Barat. Bahkan ibu korban pun sempat mengejar dan menarik, namun malah terjatuh.” Kata Suherman saksi mata.
Lanjut Suherman, Petugas mengecek ke lokasi kejadian, benar adanya seorang pria yang tertabrak kereta api, pada Minggu dini hari, pukul 02:00 Wib, petugas stasiun pun melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian Polres Banjar untuk dilakukan evakuasi, dan membawanya ke kamar Jenazah RSUD kota Banjar.

Menurut keterangan Ibu Yati (63) Ibu Korban. Korban AR mengalami depresiasi karena mempunyai penyakit lambung yang tidak kunjung sembuh. Sudah beberapa kali korban sering kabur dari rumah karna depresi sakit lambung yang tak sembuh.
“Kami sudah pasrah dan menganggap kejadian tersebut musibah,” tandasnya.
(Red)






