Ratusan massa yang tergabung dari berbagai elemen seperti Aliansi Muslim Kota Banjar (Almuktamar), Keluarga Besar Pedagang Kota Banjar (KBPKB), bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Walikota Banjar, Jawa Barat pada Jumat (16/07/2021). Foto: Iman
BANJAR, Media3.id – Ratusan massa dari berbagai elemen, seperti Aliansi Muslim Kota Banjar (Almuktamar), Keluarga Besar Pedagang Kota Banjar (KBPKB), bersama Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Walikota Banjar, pada Jumat (16/07/2021).
Kedatangan ratusan massa tersebut bermaksud untuk menyampaikan aspirasi dan bisa bertemu dengan Wali Kota Banjar, Ade Uu Sukaesih.
Namun, aksi unjuk rasa itu sempat diwarnai ketegangan ketika salah seorang massa menerobos masuk ke dalam kantor Walikota Banjar namun dihalangi petugas.
Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Ustad Aan Alamsyah menyampaikan, bahwa kedatanganya itu untuk meminta kejelasan terkait aturan penerapan PPKM Darurat dan Keputusan Wali Kota Banjar.
“Penerapan PPKM Darurat itu menurut kami hanya menyusahkan masyarakat kecil dan mematikan perekonomian masyarakat, maka dari itu kami datang dan meminta untuk dapat berdiskusi langsung dengan Ibu Wali Kota,” kata Aan dalam orasinya, Jumat (16/07/2021).
Selain bisa berdiskusi dengan Wali Kota, kata Aan, tuntutan lainnya dari ratusan massa agar Pemerintah Kota Banjar segera mencabut aturan PPKM Darurat.
“Selain itu, kami juga minta pemerintah tidak melarang warga masyarakat yang akan melakukan ibadah di masjid termasuk shalat Idul Adha,” pintanya.
Aan menegaskan, Pemerintah diminta tidak menerapkan aturan PPKM Darurat bagi pedagang di pasar Banjar, pedagang kaki lima (PKL) di Alun-alun dan Taman Kota.
“Kita minta aturan PPKM tidak mencekik masyarakat kecil, apalagi seperti saat ini di tengah Pandemi Covid-19 yang serba susah jangan sampai di tambah susah lagi,” ucapnya.
Situasi menjadi memanas ketika salah seorang massa menerobos masuk kedalam kantor untuk menemui Wali Kota Banjar yang tak kunjung keluar menemui massa.
Petugas keamanan yang terdiri dari Kepolisian Polres Banjar, TNI, Satpol PP dan Dishub Kota Banjar sigap menghalau penerobos tersebut.
Tidak terima aksinya dihalangi petugas akhirnya kericuhan antara massa dan aparat keamanan pun terjadi. Namun kericuhan tidak berlangsung lama lantaran Korlap Aksi langsung melerai ketegangan tersebut.
(Iman)






