Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna saat kunker ke PT Triman Kecamatan Rancaekek, Sabtu (5/6/21).
KAB. BANDUNG, MEDIA3.Id – Gendung Laboratorium Lingkungan (Lablib) rencananya akan dibangun oleh pihak Bupati Bandung H.M. Dadang Supriatna.
Perencanaan pembangunan gedung Labling tersebut yang terpisah dari Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung.
Menurut Dadang, bahwa gedung baru untuk Labling DLH Kabupaten Bandung sangat diperlukan supaya lebih representatif dan lebih optimal dalam memberikan pelayanan kebutuhan labling.
“Kita memang memiliki laboratorium lingkungan terbaik di Indonesia, tapi tempatnya masih menyatu dengan kantor pelayanan masyarakat di Kantor DLH. Maka rencananya di tahun 2022, kita akan bangun gedung lab yang terpisah dari Kantor DLH agar lebih representatif,” ujar Dadang dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Sabtu (5/6/21).
Lebih dari itu, gedung lab juga harus lebih representatif, lebih luas dan lebih steril, sehingga perlu pemindahan tempat dari yang ada saat ini.
“Nanti kita juga akan perbaiki semua sistemnya, kaitan dengan limbah baik yang B3, maupun air permukaan, termasuk soal polusi udara. Kita optimalisasikan sehingga pencemaran tidak terjadi lagi di Kabupaten Bandung,” imbuh Dadang.
Hal yang sama diungkapkan oleh Asep Kusuma selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung, menurut Asep labling milik Pemkab Bandung saat ini statusnya sudah merupakan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).
Labling ini berfungsi untuk uji analisa dan monitoring lingkungan. Penggunanya bukan saja untuk Pemkab Bandung, melainkan dari daerah lain atau pihak swasta yang belum memiliki labling.
“Karena statusnya sudah BLUD dari yang tadinya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas, Pak Bupati memikirkan untuk pengalihan tempat labling ini, agar pelayanannya lebih optimal dengan gedung lab yang lebih representatif dan lebih luas. Apalagi kita memang punya labling milik pemda level kabupaten yang terbaik di Indonesia,” ujarnya.
Yang jadi kebanggan bagi Kabupaten Bandung menurut Asep bahwa labling milik Pemkab Bandung merupakan salah satu labling terbaik di Indonesia, dengan selalu mendapatkan predikat excellent dari lembaga penguji.
“Lab itu kan ada akreditasinya. Jadi, setiap tahun selalu ada surveilance, lab kita diakreditasi ulang oleh berbagai lembaga, salah satu yang menguji itu lembaga Profily dari Amerika Serikat, sehingga kita mendapat sertifikat akreditasi internasional,” tandas Asep.
Dari hasil akreditasi itu Lablink DLH Kab Bandung juga sudah tiga tahun berturut-turut selalu mendapat predikat excellent.
“Setiap tahunnya juga standarisasi SNI, ISO, SOP itu kita bisa pertahankan dan mendapat predikat excellent,” imbuhnya.
Saat masih berstatus UPTD, lanjut Asep, Labling DLH ini bisa mendatangkan pendapatan asli daerah (PAD) karena ada pelayanan, dan tarifnya. Labling DLH ini terakhir bisa berkontribusi Rp1,7 miliar ke PAD.
“Namun setelah jadi BLUD, pemasukan dari pelayanan tidak lagi disetor ke kas daerah, tapi bisa menutupi biaya operasional lab, biaya akreditasi, pembelian bahan kimia, obat, biaya pemeliharaan, dan biaya personil,” tukas Asep.
(Sinta/Bagdja)






