Dishub Solo Akan Bikin Red Marking Untuk Jalur Bus Batik Solo Trans

  • Whatsapp

Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Surakarta, Ari Wibowo

Surakarta, Media3.id-. Pembuatan marka baru jalur khusus bus Batik Solo Trans (BST) akan segera dilakukan Dinas Perhubungan Kota Solo.
Hal ini dikemukakan Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Solo, Ari Wibowo, supaya pengguna jalan lebih sadar untuk tidak masuk ke jalur khusus tersebut.

“Dinas Perhubungan masih menemukan puluhan pengguna jalan berhenti dan masuk jalur khusus bus batik solo trans (BST). Itu mereka lakukan saat menunggu alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) menunjukkan warna hijau di Jalan Slamet Riyadi”, ungkap Ari, Sabtu (26/6/2021).

Dikatakannya, nanti akan ada double marka, diperjelas satu marka untuk jalur khusus Batik Solo Trans dan satu lagi jalur kendaraan umum yang melintas dari barat ke timur. Marka jalur khusus bus BST nantinya akan diberi warna merah dan akan dilengkapi dengan tulisan dan simbol bus.

“Marka akan dibuat setiap 40 meter di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Biar masyarakat lebih jelas ini jalur khusus bus batik solo trans”, jelas Ari.

Sejauh ini rencana pembuatan marka masih menunggu hasil pelelangan oleh BPTD Wilayah X Jawa Tengah.

Pelanggaran terakhir terjadi pada Jumat (25/6/2021) malam. Sebuah mobil melaju di jalan jalur Batik Solo Trans (BST), yang kemudian dihadang oleh seorang pengemudi ojek online (ojol) dan disarankan agar kembali ke jalur yang semestinya.

Peristiwa ini kemudian viral di media sosial dan mendapat tanggapan dari publik. Ari Wibowo juga mengapresiasi dan berterimakasih kepada pengemudi ojol tersebut atas inisiatif tindakannya menegakkan aturan berlalu lintas. “Saya sangat apresiasi kepada pengemudi ojol yang berani menegakkan disiplin dan kepatuhan dalam berlalu lintas”, puji Ari.

Selama ini keberadaan jalur khusus Batik Solo Trans (BST) masih mengundang polemik di masyarakat Solo.
Tak sedikit yang menganggap jalur ini membuat bingung pengguna jalan.

Pengguna jalan yang berhenti dan masuk di jalur khusus bus Batik Solo Trans (BST) masih ditemukan, khususnya di sepanjang jalan Slamet Riyadi Solo. Dalam satu hari bisa terjadi dua puluhan pelanggaran, pengendara yang hendak belok kanan ada yang mencuri jalur dengan mengambil sisi kanan. Umumnya hal ini dilakukan oleh pengendara luar kota Solo, dengan alasan masih menyangka Jalan Slamet Riyadi masih seluruhnya satu arah.•

(Shaleh Rudiyanto)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *