Dengan Tarif Baru BLUD Air Minum Cimahi Komitmen Terus Tingkatkan Pelayanan

  • Whatsapp

Dari sungai Cimahi sebagai pengolahan air minum bersih yang selalu dirawat dan dicek ke laboratorium yang dikelola oleh BLUD Kota Cimahi

Cimahi, Media3.id – Menurut Kepala Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD) Air Minum pada Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi Dede M Asrori dengan adanya tarif baru ini pihaknya bakal lebih mengoptimalkan lagi pelayanan yang selama ini sudah dinilai baik, baik dari mulai Pelayanan distribusi yang sudah dilakukan selama 24 jam non stop.

Akhirnya BLUD telah berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat pelanggan air ledeng, apalagi kini tarifnya sudah naik.

“Tidak bergilir, dan setiap pengaduan akan langsung ditanggapi karena kualitas sudah sesuai standar yang diterapkan oleh Mentri Kesehatan, karena kami rutin melakukan pemeriksaan ke lab yang sudah terakreditasi,” kata Dede, Jum’at (4/6/2021).

Menurut Dede, dengan adanya tarif baru ini, pihaknya akan menargetkan realisasi retribusi tahun ini bisa mencapai Rp 3,9 miliar.

“Alhamdulillah target itu naik tahun ini sebab sudah diberlakukan tarif baru sejak Februari lalu,” ulasnya.

“Pada target tarif lama sebesar Rp 3,3 Milyar, dengan realisasinya Rp 2,4 Milyar, dengan munculnya tarif yang baru, maka kita mencapai target hingga Rp 3,9 miliar berdasarkan perkiraan pendapatan yang akan datang dengan tarif baru.” Imbuhnya.

Berdasarkan keterangan Dede kembali, bahwa target tersebut akan direalisasikan dari 4.200 pelanggan air bersih dari BLUD dengan menggunakan tarif baru dan hasil dari retribusi tersebut nantinya akan masuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Tarif baru sudah diresmikan sejak bulan Februari bahwa kenaikan akan bervariasi ada yang 30 persen ada juga yang dibawah 10 persen,” tuturnya.

Dengan adanya tarif baru, dengan adanya hal tersebut, menurut Dede pernah menjadi pertanyaan bagi para pelanggan

“Hanya saja pelanggan banyak bertanya mengenai alasan adanya tarif baru, karena kita sudah melakukan sosialisasi sebelumnya,” ujarnya.

Disinipun Dede juga pernah menjelaskan kepada pelanggar, besarnya kos biaya pemeliharaan setiap tahunnya, seperti pembelian bahan kimia dan gaji karyawan.

“Jika tidak dinaikan, bisa jadi biaya operasional malah akan defisit, karena harga bahan operasional naik, seperti bahan kimia, biaya operasional, biaya pemeliharaan harus diimbangi dengan kenikan tarif. Kalau tarifnya tetapz jelas biayanya tidak akan terutup,” tandanya.

(Sinta/Bagdja)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *