KARAWANG, Media3.id- Belum juga usai pemulihan lingkungan dampak tumpahan oil spill (minyak mentah) pada tahun 2019 lalu, kini pencemaran kembali terjadi milik PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE-ONWJ). Minyak mentah tersebut mencemari prairan laut Karawang yang berdampak pada hasil tangkapan nelayan berkurang dan jaringpun terkena minyak mentah. Jumat (23/04/21)
Tahun 2019 Lalu terjadi peristiwa yang membuat petani tambak dan nelayan dirugikan oleh PHE ONWJ Karena diduga akibat tumpahan minyak mentah di blok YY A1, air laut menjadi tercemar oleh minyak mentah yang berwarna hitam.
Dampaknya, Banyak petani tambak merugi dan tak jarang ikan peliharaan mereka banyak yang mati akibat minyak mentah yang terbawa arus saat air pasang. Untuk mengantisipasi kerugian yang semakin parah, petani tambakpun terpaksa memanen ikan lebih awal pada saat itu
Peristiwa tumpahan minyak mentah, dampaknya sangat terasa oleh nelayan, bahkan nelayan mengaku dampak dari minyak mentah tahun lalu masih dirasakan oleh nelayan. Pasalnya hasil tangkapan mereka menurun drastis apalagi ditambah sekarang terjadi pencemaran lagi.

“membuat nelayan semakin miskin karena udang enggak ada, ikan juga enggak ada sudah tiga tahunan di Karawang ini, hidup juga susah banyak pacekliknya karena ada limbah” kata Supardi nelayan asal Desa Cemarajaya, Kamis (22/04/21).
iapun mengatakan secara terang terangan lebih baik tidak mendapatkan konvensasi asalkan tidak ada pencemaran minyak mentah, karena bila dibandingkan sebelum ada limbah minyak mentah, penghasilan nelayan cukup lumayan namun sejak ada minyak mentah, penghasilan nelayan turun drastis.
“lebih baik tidak mendapatkan konvensasi dari pencemaran minyak mentah. karena waktu sebelum ada limbah, penghasilan nelayan cukup lumayan” tuturnya.
Laporan: Daman Huri






