Hadir Saksi Ajay Dipersidangan Relawan Ajay Dampingi Sidang

  • Whatsapp

CIMAHI, MEDIA3.ID – Usai Sholat Jum’at sekira pukul 13.30 WIB giliran saksi Ajay Mochamad Priatna dihadirkan kesaksiannya dimuka Majelis Hakim, relawan dan simpatisan Ajay ikut hadir menyaksikan persidangan, hingga tidak dapat semua masuk keruang persidangan, karena dijaga ketat oleh Tim Gegana Polres Metro Jaya Jakarta.

Persidangan berjalan kondusif, Ajay dicecar berbagai pertanyaan oleh pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) keterkaitan Ajay dengan pembangunan Rumah Sakit Kasih Bunda dan kronologis Ajay dapat koordinasi fee dari dr Hutama Yonathan.

Menurut Ajay, terkait fee koordinasi tersebut merupakan kerjasama dalam menggarap proyek pembangunan Rumah Sakit Kasih Bunda antara PT Ledino Mandiri Perkasa milik Dominikus Djoni Hendarto dan PT Trisakti Manunggal Perkasa Internasional (milik Ajay M Priatna).

Namun JPU yang dipimpin oleh Budi Nugraha, SH, MH terkejut dengan ungkapan Ajay memberikan statetmen baru dengan menerangkan adanya kerjasama tersebut.

Karena kata Budi, selama dalam persidangan yang berjalan seluruh saksi-saksi yang dihadirkan tidak ada yang menerangkan bahwa PT Trisakti Manunggal Perkasa Internasional milik Ajay, bekerjasama dengan PT Ledino Mandiri Perkasa milik Djoni

“Betul Pak, kerjasama kami memang tidak dibuat secara tertulis, karena kami adalah sahabat, jadi pada saat itu saya sepakat dengan saudara Djoni untuk buka acount bersama di Bank Mandiri,” terang Ajay.

Lalu kata Ajay, disepakatilah dalam penandatangan cek ditandatangani bersama antara Djoni dan Bendahara PT Trisakti Manunggal Perkasa Internasional Yanti Rahmayanti.

Hal itupun diakui oleh Djoni, saat JPU KPK mempertanyakannya,

“Betul Pak, tetapi karena selama ini yang membiayai proyek pembangunan Rumah Sakit dari uang saya pribadi, akhirnya saya putuskan tidak bekerjasama lagi,” ungkap Djoni.

Namun Ajay merasa dirugikan oleh pihak Djoni, menurut Ajay, dirinya sudah menanam modal dalam kerjasama tersebut sebesar Rp 400 juta dengan dua kali transfer kerekening Djoni Rp 200 Juta dua kali.

Tidak itu saja kata Ajay, saat sejauh mana proyek tersebut berjalan dipertanyakan pada Djoni,

“Djoni menerangkan sudah berjalan, dan pihak Rumah Sakit Kasih Bunda masih punya tunggakan Rp 1,5 Milyar lagi,” beber Ajay.

“Lalu saya minta nomor Handphone Pak Hutama pada Djoni, setelah saya diberi nomor HP pak Hutama, saya telepon beliau, apakah Pak Hutama masih punya tunggakan ke PT Ledino?,” Tutur Ajay.

Ternyata kata Ajay kembali, memang benar Hutama masih punya tunggakan terhadap PT Ledino Mandiri Perkasa, “Hanya tunggakan tersebut lain dari kenyataannya, bukan Rp 1,6 Milyar, tetapi diakui oleh Pak Hutama Rp 3,6 Milyar lagi,” jelasnya.

(Sinta/Bagdja)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *