12 Satri Ponpes Nurul Muslimin Terpapar Covid-19

  • Whatsapp

Pondok Pesantren Nurul Muslimin di Desa Teluk Bango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang.

KARAWANG, Media3.id – Sebanyak dua belas (12) Santri pondok pesantren Nurul Almuslimin di Desa Teluk Bango, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, terpapar covid-19, dan kini santri tersebut telah dibawa oleh Puskesmas Batujaya ke Karawang untuk mendapatkan pelayanan medis. Sabtu (27/02).

Dari keterangan Purqon, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Nurul Almuslimin menjelaskan, awalnya ada seorang santri perempuan yang pulang ke rumah orang tuanya di wilayah Kecamatan Tirtajaya karena ada acara keluarga.

“santri tersebut tinggal bersama orang tuanya hingga beberapa hari, namun setelah itu santri perempuan diantar oleh orang tuanya ke Pondok Pesantren Nurul Muslimin di siang hari” kata Purqon kepada media, Sabtu (27/03/21).

“awalnya, ada seorang santri perempuan, dia pulang ke rumahnya di wilayah Ciguha, Kecamatan Tirtajaya. Dirumahnya ada acara beberapa hari kemudian dianter oleh orang tuanya ke pondok disiang hari” ungkapnya.

Belum juga sehari, santri tersebut di jemput lagi oleh keluarganya dengan alasan ada keperluan keluarganya, namun pihak pengurus pondok pesantren tidak menjelaskan secara runci hanya menjelaskan ada keperluan keluarga saja.

“tapi disore sudah di jemput lagi dengan alasan ada keperluan keluarga” jelasnya.

iapun sempat terkejut saat si santri tersebut memposting hasil dari polymerase chain reaction (PCR) hasil dari rapid antigen.

“tapi beberapa hari setelah itu dia mengapload hasil PCR hasil antigen” ungkapnya.

Tidak lama kemuduan iapun kembali menjelaskan bahwa Puskesmas Tirtajaya mengirimkan informasi ke Puskesmas Batujaya mengatakan bahwa anak tersebut sedang menuntut ilmu di pesantren Nurul Muslimin.

“dari Puskesmas Tirtajaya mengimpormasikan ke Batujaya bahwa anak tersebut salah seorang santri dari sini” kata Purqon.

Setelah diketahui positif covid-19, akhirnya Puskesmas Batujaya langsung melakukan tracing ke santri yang telah melakukan interaksi dan langsung dilakukan rapid andigen pada saat itu juga.

“Karena dia setengah hari ada di sini ya akhirnya dengan gerak cepat untuk mengatisipasi pihak dari Puskesmas Batujaya itu datang ke sini, ngecek betul anak tersebut salah satu santri di sini untuk mengantisipasi dengan segera diadakan uji antigen dua hari setelah itu” ungkapnya.

Tidak lama kemudian, dari hasil rapid tes antigen tersebut, ternyata hasilnya cukup mengejutkan karena 12 santri dan satu guru perempuan turut terpapar civid-19.

“begitu di tes ternyata 12 orang positif covid-19 dan pengurus ada satu orang pada saat tes antigen hari jumat kemaren satu orang guru perempuan positif, sedangkan yang lainnya Alhamdulillah negatif” pungkasnya.

kini gedung pesantren tersebut telah dilakukan penyemprotan oleh pemadam kebakaran (Damkar) menggunakan dispektan untuk memutus mata rantai penyebaran covid-19.

(Dmn Hr)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *