Gunung Semeru saat erupsi Selasa (1/12/2020) dini hari. Sumber foto: BPBD Kabupaten Lumajang Jawa Timur.
Lumajang, Media3.id- Sekitar dua ribuan warga mengungsi setelah gunung Semeru mengeluarkan guguran awan panas, Selasa (1/12/2020) pukul 03.15 WIB dini hari tadi.
Kabid Kedaruratan Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Setyawan Purnomo mengatakan dua ribuan warga tersebut meninggalkan rumahnya yang dekat dengan gunung Semeru. Sebanyak 250 orang mengungsi ke pos pantau gunung Sawur, 300an orang mengungsi ke dusun Kamar Kajang, sedangkan sisanya ke rumah keluarga yang berada di daerah aman.
Dua ribuan warga tersebut, lanjut Setyawan, mengungsi secara mandiri karena khawatir dengan aktivitas gunung Semeru. “Petugas telah menyalurkan bantuan makanan dan minuman untuk siang ini, nanti akan ditambah sesuai kebutuhan”, ungkap Setyawan.
Setyawan menambahkan sampai sekarang belum ada korban luka maupun jiwa. Namun petugas masih mencari terkait ada laporan satu orang operator alat berat penambangan pasir masih belum ditemukan. “Biasanya bekerja malam hari. Belum diketahui kondisinya apakah sudah mengungsi atau terkena guguran awan panas”, ucapnya.

Guguran awan panas sudah terjadi sejak Jumat (27/11/2020) lalu sebanyak dua kali mengarah ke Curah Kobokan atau sejauh 200-300 meter. Sabtu bertambah jauh 500 meter dari puncak kawah. Dan Minggu bahkan mencapai 4 km. Guguran awan panas ini disertai material vuklanis yang lama menumpuk di puncak Semeru akhirnya berguguran.
“Peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi apakah status gunung Semeru perlu dinaikkan atau tetap Waspada (level dua)”, pungkas Setyawan.
(Redaksi/Shaleh R)






